Beranda Kabar Usaha Unik! Bisnis Keripik Pelepah Pisang Bermodal Tepung, Untung Segunung

Unik! Bisnis Keripik Pelepah Pisang Bermodal Tepung, Untung Segunung

0

BANYUWANGI – Munculnya ide bisnis di tengah pandemi saat ini kadang kala sering tak terduga, seperti bisnis keripik pelepah pisang. Mayoritas penduduk menganggap pelepah pisang hanyalah sampah yang tak dapat diolah. Namun, berbeda hal dengan salah seorang warga, Mitha Windari yang mampu menyulapnya menjadi produk bernilai jual tinggi, Minggu (4/4/21).

Hanya bermodalkan alat dan bahan sederhana, olahan pelepah pisang ini bisa meraup untung hingga jutaan rupiah tiap bulannya. Saat ditemui di kediamannya yakni Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Mitha mengolah cemilan tersebut. Ide kreatifnya ini perlu diapresiasi lantaran ia dapat mengubah seonggok pelepah pisang menjadi cemilan berupa keripik yang lezat.

Ia menggeluti bisnis ini semenjak 5 bulan yang lalu. Pelepah pisang didapatkan secara gratis dari warga setempat. Cara pengolahannya diawali dengan memotong pelepah dan mengambil bagian dalamnya yang berwarna putih. Setelah didapat, potongan pelepah dimasukkan ke dalam air panas untuk menghilangkan getah. Kemudian ditiriskan dan dimasukkan ke dalam bumbu racik rahasia miliknya. Adonan siap digoreng sekaligus dikemas dan dilabeli untuk segera dipasarkan.

Mitha mengatakan, untuk satu bungkus keripik pelepah pisang dengan berat 100 gr dibandrol dengan harga Rp. 7.000,00 saja. Ia melakukan produksi setiap harinya hingga 1 kg keripik pelepah pisang.

“Melalui bisnis sederhana ini, saya mampu memperoleh omzet hingga Rp. 2.000.000,00/bulannya. Penjualannya pun dilakukan secara offline dan online dengan memanfaatkan sosial media. Alhasil, peminatnya Alhamdulillah sudah banyak hingga luar Banyuwangi,” jelas Mitha.

Ia juga menambahkan, pelepah pisang yang bisa dijadikan sebagai bahan utama keripik pelepah ini hanya dikhususkan untuk pelepah Pisang Kepok saja. Lantaran, teksturnya lebih manis dan tidak menyebabkan gatal-gatal.

Ide bisnis ini muncul akibat Pandemi Covid-19. Berawal dari pengangguran, saat ini Mitha berhasil mengembangkan bisnis sekaligus menginspirasi pemuda-pemuda di desanya tersebut.

“Sebenarnya dikarenakan rasa terpaksa akibat tidak kuat menganggur ini menyebabkan saya harus putar otak. Tiba-tiba muncul ide dan saya telusuri di Youtube ternyata juga ada beberapa orang di luar sana yang mulai mencoba bisnis tersebut. Akhirnya saya amati, modifikasi, dan tiru sampai berhasil,” jelasnya.

Harapannya, bisnis sederhana ini bisa Go International dan Pemerintah Kab. Banyuwangi juga turut memberi dukungan berupa bantuan supaya pebisnis baru sepertinya dapat lebih berkembang.

“Bagi teman-teman yang masih muda jangan takut untuk mencari dan mencoba hal baru yang belum ada. Karena sebenarnya disitulah ada peluang yang melimpah dan patut kita gali juga geluti. Seperti halnya bisnis keripik pelepah pisang ini yang awalnya disepelekan sekarang menjadi bisnis yang menjanjikan pula,” tegasnya. (AR)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here