Beranda Kabar Usaha Inspirasi UMKM Terdampak Covid-19, Mahasiswa UNEJ Lakukan Pemberdayaan Berbasis Manajemen Produksi dan Pemasaran

UMKM Terdampak Covid-19, Mahasiswa UNEJ Lakukan Pemberdayaan Berbasis Manajemen Produksi dan Pemasaran

0

Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan sejak tanggal 1 Juli 2020 silam, maka saat ini mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember bertajuk KKN Back To Village mencapai puncaknya.

Ibarat sebuah perlombaan lari maraton, saat ini sudah mendekati garis finish. Tentu, dalam konteks KKN, bukan siapa yang tercepat yang menjadi juara layaknya lomba lari maraton, melainkan semua mahasiswa yang mengikuti KKN Back To Village 2020 yang menjadi juara/pemenangnya. Berbagai kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan lamanya untuk mengabdi dan menerapkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di daerahnya masing-masing.

Hal ini disebabkan karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Untuk itulah mahasiswa dituntut untuk memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata dalam memperdayakan seseorang/kelompok yang ada di daerahnya sesuai dengan fokus tematiknya masing-masing.

Hal ini seperti yang dilakukan salah satu mahasiswa dari kelompok 65, dengan fokus pemberdayaan wirausaha yang terdampak Covid-19. Mahasiswa yang melaksanakan KKN di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi ini, pada awalnya ingin memberdayakan dari 4 aspek manajemen, yakni manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, serta manajemen keuangan. Namun, kenyataannya kondisi di lapangan berbeda dengan apa yang diharapkan.

Dari ke-4 wacana ruang lingkup pemberdayaan tersebut, hanya berhasil melaksanakan manajemen produksi dan pemasaran saja. Mengapa tidak dapat melaksanakan semuanya, dikarenakan ada hambatan dan kendala yang mahasiswa dapatkan. Seperti keterbatasan waktu yang ada, manajemen keuangan, sumber daya manusia yang kurang (adanya Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan sasaran KKN terhadap karyawannya), dan lain sebagainya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN 65 berfokus pada manajemen produksi dan manajemen pemasaran saja sebagai ruang lingkup pemberdayaan UMKM yang memproduksi kue Klemben milik Ibu Rajaonah.

Progres KKN Aspek Produksi, dimana mahasiswa KKN 65 membuat packaging lebih menarik dan ekonomis.

Hasil dari manajemen produksi yang meliputi inovasi produk, re-branding produk, diversifikasi produk, bisa dijalankan sesuai rencana. Inovasi produk dilakukan dengan membuat kemasan/packacing produk lebih praktis dan ekonomis.

Re-Branding produk dilakukan dengan mengubah nama produk yang awalnya bernama ‘Klemben Khas Kemiren’ menjadi ‘Klemben Khas Kemiren Mak Onah’. Dikarenakan nama pemilik UMKM adalah Rajaonah dan memiliki panggilan khas desa ‘Mak Onah’.

Hal ini dipilih agar produk memiliki ciri khas atau genuine tersendiri. Ketika konsumen ingin membeli Klemben Khas Kemiren, harapannya yang menjadi Top of Mind dalam benak konsumen yakni Klemben milik Mak Onah.  Lalu diversifikasi produk dilakukan dengan mencoba membuat varian rasa baru. Yang awalnya hanya ada rasa Jahe, Gula Aren, Vanili, dan Keningar, maka mahasiswa KKN mencoba menambahkan varian rasa baru, yakni rasa Tape dan Coklat. Karena kedua rasa tersebut, saat ini memang sangat digandrungi oleh para konsumen.

Akan tetapi, dalam manajemen produksi ini awalnya juga ingin mendaftarkan nomor PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi, ternyata kuota pendaftaran nomor PIRT untuk tahun ini sudah habis, baru dibuka kembali tahun depan.

Nomor PIRT sendiri merupakan nomor yang memungkinkan harus dimiliki UMKM pada produknya agar bisa diterima pasar lebih luas lagi. Misalnya ketika ingin bekerja sama dengan pusat oleh-oleh yang menjual jajanan khas Banyuwangi, maka syarat utama yang harus dimiliki adalah nomor PIRT, manfaat adanya nomor PIRT adalah produk akan bebas dipasarkan secara luas, memiliki izin resmi sudah layak edar, keamanan dan mutu terjamin, dan sebagainya. Ketika tidak ada nomor PIRT-nya, maka toko tersebut akan menolak dan enggan menerima. Jadi, dalam pendaftaran nomor PIRT masih belum bisa dilakukan, sehingga dalam manajemen produksi, yang disebutkan diatas adalah hasil yang dicapai oleh mahasiswa KKN 65.

Progres KKN Aspek Pemasaran, dimana mahasiswa KKN 65 membuatkan beberapa akun di e-commerce (Shopee & Waruung) dan media sosial (Instagram).

Untuk manajemen pemasaran, mahasiswa KKN 65 membantu memasarkan ke beberapa toko dan minimarket di sekitar Desa Kemiren. Dengan metode menitipkan barang/produk terlebih dahulu dalam tempo 2 minggu, dan jika penjualan membuahkan hasil maka akan terus bekerja sama. Ada 2 mini market dan satu toko sembako yang menjalin kerjasama dengan Ibu Rajaonah.

Masing-masing diberi 5 produk terlebih dahulu dengan harga jual Rp. 15.000 per kemasannya. Harapannya, ketika produk Klemben ini ada di toko dan mini market, akan lebih banyak orang yang mengetahui dan konsumen akan mempertimbangkan dalam membelinya.

Proses ini dalam ilmu pemasaran dengan konsep customer journey kerap disebut proses konsiderasi. Lalu, mahasiswa KKN 65 juga membantu memasarkan produk via media sosial (Whatsapp dan Instagram), memasarkan melalui e-commerce (Shopee & Warung), serta menggunakan teknik pemasaran word of mouth (pemasaran mulut ke mulut). Hasilnya, terdapat kenaikan dalam jumlah pesanan, dengan adanya kenaikan jumlah pesanan tersebut, maka akan berdampak pula pada peningkatan jumlah pendapatan Ibu Rajaonah selaku pemilik UMKM.

Itulah step by step dari kegiatan mahasiswa KKN 65 dalam KKN Back To Village ini. Semoga apa yang dilakukan mahasiswa ini bisa membawa manfaat dan kemaslahatan bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Terimakasih juga kepada Universitas Jember melalui LP2M yang telah memfasilitasi KKN ini. Walaupun pertama kali diselenggarakan, mudah-mudahan bisa terus berkembang dan mampu memberi kontribusi nyata untuk masyarakat sekitar melalui mahasiswa yang diterjunkan pada KKN.

 

Oleh: Pramasta Adjie

(Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis, UNEJ 2017)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here