Beranda Kabar Wisata Kuliner Udang Selingkuh, Kuliner Khas Lembah Baliem Papua

Udang Selingkuh, Kuliner Khas Lembah Baliem Papua

0

Tidak akan ada habis nya bila bicara tentang kuliner yang ada di tanah air kita tercinta dari yang enak hingga yang unik, kali ini ada kuliner yang sangat unik dari ujung paling timur Indonesia, di Lembah Baliem, sebuah dataran tinggi dengan pemandangan yang begitu eksotis karena berada pada daerah pegunungan di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Ditengah-tengah Lembah Baliem terbentang sebuah kota yang mungkin sudah kita kenal namanya, Wamena. Ya, kota ini merupakan ibukota dari Kabupaten Jayawijaya itu sendiri. Perlu diketahui lagi, letak geografis Wamena berada di ketinggian 1550-1600 meter diatas permukaan laut.

Udang selingkuh merupakan hidangan yang sering dijumpai di daerah Wamena. Habitat udang selingkuh banyak dijumpai di Sungai Baliem.Udang “Selingkuh”, kenapa sampai disebut udang selingkuh. Sebutan udang dengan menggunakan embel-embel selingkuh ini ternyata sudah sangat popular pada kalangan masyarakat luas di Wamena. Alasannya cukup unik, karena udang ini memiliki capit yang besar menyerupai kepiting. Jadi masyarakat disana mengira ini merupakan hasil perselingkuhan antara udang dan kepiting .Padahal, faktanya udang selingkuh ini adalah jenis lobster air tawar berjenis crayfish atau udang karang.

Penyajian udah selingkuh bisa beragam, digoreng, direbus, ataupun dibakar. Kamu bisa memilih sendiri bumbu untuk menemani udang yang digoreng. Pilihannya, mulai dari saus mentega, saus tiram, saus padang hingga saus asam manis. Selain itu, kamu bisa menikmati sepiring kangkung yang ditumis sebagai teman makan.

Jika kamu memilih cara penyajian direbus, pilihan bumbunya ialah sambal kecap, buah tomat, dan beberapa sayuran. Udang selingkuh ini juga bisa lo disajikan dengan cara dibakar.

Udang selingkuh di wamena kebanyakan diperoleh masyarakat sekitar dari sungai baliem, sungai yang mengalir melintasi kota wamena. Disana ada masyarakat yang memang sengaja datang ke sungai untuk berburu udang, jika sudah dapat mereka akan langsung menjualnya ke pasar untuk kemudian akan dibeli oleh pemborong dari pemilik restaurant atau rumah makan.
Untuk ukuran udang, capit hewan dengan nama latin cherax albertisii ini amat besar, mirip kepiting. Warga lokal lalu menyimpulkan bahwa hewan ini adalah hasil perselingkuhan antara udang dengan kepiting.

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here