Beranda Kabar Wisata Budaya Tradisi Barong Ider Bumi Hadapi Pandemi Dengan Kearifan Lokal

Tradisi Barong Ider Bumi Hadapi Pandemi Dengan Kearifan Lokal

0

Banyuwangi-Tradisi ‘Barong Ider Bumi’ yang biasa digelar masyarakat adat Osing Desa Kemiren, Kecamatan Glagah pada H+2 Hari Raya Idul Fitri, tetap dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Namun demikian, arak-arakan Barong dalam tradisi tersebut tidak seperti biasanya. Kali ini, tradisi kuno tersebut dilaksanakan dengan lebih mengedepankan protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan pemerintah.

Bila biasanya masyarakat tumpah-ruah ikut mengiringi arak-arakan yang dimulai dari batas Desa Kemiren disebelah timur, kali ini arak-arakan hanya diikuti oleh para penabuh gamelan pengiring, Barong dan penari ‘Pitik-pitikan’. Sementara itu, disisi kanan-kiri barisan arak-arakan dikawal oleh beberapa petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Menurut Tokoh Adat Osing Desa Kemiren, Suhaimi, tradisi yang merupakan kearifan lokal ini sudah rutin dilakukan oleh nenek moyang dan para sesepuh Desa sejak jaman dahulu. Karena itu, dalam situasi pandemi yang oleh masyarakat adat disebut sebagai ‘pageblug’, masyarakat justru tidak berani untuk tidak melaksanakan tradisi Barong Ider Bumi. “Justru dalam situasi pageblug ini masyarakat tidak berani untuk tidak mengadakan tradisi ini. Sebab, para leluhur pada jaman dahulu juga berusaha mengusir pageblug dengan menggunakan ider bumi seperti ini,” ungkapnya. (b)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here