Beranda Kabar Desa Kabar Tani Tak Lagi Produktif, Petani Jeruk Lakukan Peremajaan Tanaman

Tak Lagi Produktif, Petani Jeruk Lakukan Peremajaan Tanaman

0

Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur penghasil buah jeruk dengan kualitas terbaik. Namun dalam beberapa musim panen, banyak tanaman petani yang mengalami penurunan hasil panen.

Hal tersebut dikarenakan banyak tanaman yang sudah dimakan usia, sehingga berpengaruh terhadap buah yang dihasilkan. “Bulan-bulan ini belum ada jeruk mas, kalaupun ada paling ya, hanya sedikit yang berbuah dalam satu hektar ini,” kata Diki Romiansyah, petani jeruk asal Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo.

Menurut Diki, penurunan hasil panen saat ini dikarenakan faktor usia tanaman jeruk di wilayah Desa Bulurejo rata-rata sudah tua dan waktunya mengadakan penanaman ulang. Saat inipun, banyak petani yang membongkar tanaman jeruknya dan mengganti dengan tanaman jeruk baru.

“Kalau untuk penanaman ulang, sekarang juga sudah mulai banyak yang melakukan penanaman, mulai dari jenis jeruk malang dan tulungagung,” ungkapnya saat dihubungi tim Media9.

Diki menyampaikan, untuk panenan pertama membutuhkan waktu 19 bulan (satu setengah tahunan) sejak ditanam. “Satu setengah tahun setelah ditanam baru bisa panen perdana. Itupun satu musim satu kali panen. Baru kalau usia tanaman 30 bulanan (dua setengah tahun) bisa panen 2 kali dalam semusim,” ungkapnya.

Sejauh ini hasil panen kebun jeruk di Desa Bulurejo banyak yang dikirim ke Kota Kediri. “Ada juga yang dikirim ke daerah lain,” kata Diki.

Untuk harganya pun mengalami fluktuatif, tergantung panen jeruk di daerah lainnya. “Kalau pas jarang yang panen, bisa belasan ribu di tingkat petani. Jika panen berbarengan sedangkan permintaan tetap, harga jeruk akan terjun bebas,” tutupnya. (mef)

- Advertisment -

Tinggalkan Komentar