Beranda Kabar Desa Tak Hanya Unggul Akan Budaya! Kini Desa Aliyan Ternyata Memiliki Potensi Ekonomi...

Tak Hanya Unggul Akan Budaya! Kini Desa Aliyan Ternyata Memiliki Potensi Ekonomi Dari Daun Semanggi

0

BANYUWANGI – Tak disangka ternyata Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi ini selain dianggap sebagai desa adat budaya yang kental, ternyata juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Selain dari lumbung padinya, Desa Aliyan juga sebagai pemasok daun semanggi utama se-Banyuwangi.

Pasalnya, munculnya banyak permintaan terhadap daun semanggi, petani daun semanggi mengaku kewalahan atas permintaan daun di Wilayah Banyuwangi.

Saat ditemui, Kamis (25/3/21) para petani ternyata setiap pagi sudah mulai memanen daun semanggi di lahan petak sawah secara berbarengan. Petani semanggi Desa Aliyan ini memasok daun semanggi, baik untuk konsumsi warung, restoran, hingga beberapa pasar. Pasokan daun semanggi begitu membludak di masa pandemi saat ini.

Menurut salah satu petani semanggi, Miko Setyawan, harga daun semanggi saat ini cukup baik. Berkisar Rp. 20.000/kg. Untuk masa panen daun semanggi sendiri, hanya memerlukan waktu setiap 12 hari sekali. Setelahnya, daun semanggi dapat dipanen kembali.

Rata-rata sekali panen, para petani semanggi dapat memanen sebanyak 70 kg per harinya. Miko bersama petani yang lain sudah sejak lama bergelut di bidang pertanian khususnya daun semanggi. Hanya saja selama ini, daun semanggi dipasarkan terbatas di bagian Wilayah Banyuwangi saja.

Beberapa waktu ini, Miko pun mencoba mengambil peruntungan lainnya, yakni dengan memasarkan secara online. Alhasil, permintaan kian meningkat. Namun, terdapat kendala saat memasarkannya. Miko masih belum mengetahui cara pengepakkan daun semanggi supaya tidak layu dan tidak berubah warna menjadi kuning.

“Kalau saya selama menanam semanggi ini hanya untuk dijual di lokalan saja. Sebenarnya sempat kemarin ada pembeli dari Jember dan Surabaya meminta daun semanggi ini dikirim. Namun, mengingat lagi bahwa saya masih tidak mengerti bagaimana cara pengepakkan dan pengirimannya. Akhirnya, saya lama-lamakan saja.” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peminat semanggi dari luar kota ini sangat banyak hingga mereka kewalahan, sehingga sementara ini mereka masih menolak pesanan dari luar kota dan fokus kembali kepada pemasaran sekitar Banyuwangi saja.

Melihat banyaknya potensi yang dimiliki oleh Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi ini patut untuk dikembangkan. Jadi, tidak hanya menikmati kekayaan adat dan budayanya saja, namun kekayaan alam yang dapat diolah menjadi makanan khas daerahnya pun patut untuk diperhatikan lebih dalam lagi. (AR)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here