Beranda Kabar Desa Desa Wisata STIE Widya Gama Lumajang, Laksanakan Kegiatan Penelitian CSR Budaya di Banyuwangi

STIE Widya Gama Lumajang, Laksanakan Kegiatan Penelitian CSR Budaya di Banyuwangi

0
Gambar : STIE Widya Gama Lumajang, Laksanakan Kegiatan Penelitian CSR Budaya di Banyuwangi

Banyuwangi – Dalam kegiatan penelitian budaya yang dilaksanakan oleh STIE Widya Gama Lumajang, merupakan pelaksanaan CSR Budaya yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah makan yang berkonsep alam, dengan desain yang berada di tengah-tengah lahan persawahan, yaitu ‘Warung Kemarang’, bertempat di Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah, Banyuwangi (22/8).

Ketua Tim Peneliti Ratna Wijayanti Daniar Paramita menjelaskan, bahwa penelitian CSR Budaya tersebut merupakan penelitian yang didanai oleh hibah Kementrian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Lebih lanjut, Ratna Wijayanti Daniar Paramita mengatakan jika sasaran CSR Budaya ini adalah kepada sanggar-sanggar seni yang menengah kebawah.

Gambar : Ratna Wijayanti Daniar Paramita

“Dengan adanya CSR Budaya ini, kami berharap kepada perusahaan-perusahaan lokal yang berada di sekitar kemiren ini nantinya bisa ada kepedulian terhadap pengembangan sanggar-sanggar seni yang ada disini, karena mungkin selama ini yang tersentuh hanya sanggar-sanggar menengah keatas” ungkap Ratna Wijayanti.

Dalam penelitiannya tersebut pihaknya juga berharap, untuk kedepannya bisa dikembangkan dengan adanya CSR bidanng budaya yang bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lokal yang ada di Banyuwangi.

Selain itu, dalam acara CSR Budaya tersebut juga hadir Budayawan Banyuwangi sekaligus penulis buku ‘Sritanjung Hidup Kembali’ Aekanu Hariyono. Dalam kesempatan yang sama Aekanu menjelaskaan, sangat menarik ketika ada pihak akademik yang mau meneliti dan mengembangkan tentang Budaya di Banyuwangi.

Gambar : Aekanu Hariyono

“Mudah-mudahan tidak ini saja ya, tapi ada perguruan tinggi lainnya yang peduli terhadap pengembangan budaya, kesenian, dan pelestariannya baik itu yang ada unsur adat dan sebagainya. Dan para pelaku seni dan budaya di sini juga jangan menggantungkan, akan tetapi juga tetap harus berkreasi” jelas Aekanu Hariyono.

Selanjutnya, Wowok Marianto selaku owner Warung Kemarang juga sangat salut terhadap pelaksanaan CSR Budaya yang dilaksanakan oleh Akademisi STIE Widya Gama Lumajang, karena menurutnya CSR Budaya sendiri merupakan salah satu ilmu baru yang dipelajari dalam lingkungan akademisi.

Gambar : Wowok Merianto

“Rasa salut yang pertama saya yaitu, ada orang luar Banyuwangi yang mau meneliti tentang budaya di Banyuwangi, kemudian yang kedua terkait CSR sendiri, sebenarnya merupakan ilmu baru yang dipelajari terkait tentang etika bisnis ya, dimana implementasinya tentang CSR Budaya kemudian goalnya yaitu tentang adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah supaya para perusahaan-perusahaan bisa melakukan CSRnya dengan benar.” Tutupnya. (*)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here