Beranda Kabar Usaha Inspirasi Seorang Ibu Asal Banyuwangi Ajak Para Pemuda Olah Bambu Jadi Karya Seni...

Seorang Ibu Asal Banyuwangi Ajak Para Pemuda Olah Bambu Jadi Karya Seni Ekonomis

0

BANYUWANGI – Kekayaan bambu yang melimpah di Desa Jambewangi membuat salah satu warga berinisiatif untuk mengembangkan dan memberdayakan pemuda setempat dalam mengelola SDA yang dimiliki menjadi hasil karya ekonomis. Bambu yang biasanya jarang digunakan, kini berhasil disulapnya menjadi kerajinan tangan yang laku di pasaran.

Sempat menemui kesukaran dalam mengelola, tak membuat ibu ini patah semangat. Pasalnya, keuletan dan kreatifitasnya itulah dapat menghasilkan produk seni yang tembus hingga pasar nasional.

Bersama dengan belasan pemuda binannya, Indah Marheni pemilik galeri kecil asal Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kec. Sempu, Banyuwangi yang sedang menimba ilmu dalam mengkreasikan bambu menjadi kerajinan tangan bernilai jual tinggi.

Hingga saat ini, galeri miliknya sudah dipenuhi ratusan hasil kerajinan dari bambu ini. Mulai dari songkok, tempat tisu, tas wanita, lampion, dsb. Semuanya asli buatan dari tangan-tangan para pemuda.

Berkat keuletannya saat ini galerinya mampu menjual hasil kerajinan hingga ke Surabaya, Jakarta, hingga Prov Lampung.

Meski dalam masa pandemi, permintaan terus meningkat lantaran melimpahnya bahan baku yang dbutuhkan, sehingga sampai saat ini dirinya tak pernah menolak permintaan konsumen.

Selain itu, Indah juga menerapkan metode tanam bambu berkelanjutan yang digalang dirinya dan pemuda binaannya, ternyata mampu menjadi penyangga tambahan jika terjadi kekurangan bahan baku.

Indah juga menyampaikan jika saat ini ibu-ibu di wilayahnya mulai ikut serta dalam proses pengerjaan, mulai dari pembuatan hingga ikut andil dalam pemasaran produk. Harganya terjangkau mulai dari 30-40 ribu rupiah bergantung model dan ukuran.

“Jadi saya menganjurkan para pemuda di sini untuk menanam bambu di tepian sungai. Selain mengatasi banjir, juga kalau sudah tua bisa ditebang dan dibuat bahan anyaman. Jumlah karyawan pemuda ada 15 orang dan untuk ibu-ibu lumayan banyak. Namun, kami tetap mematuhi protokol kesehatan ketika melakukan produksi. Jadi saya tekankan kepada para karyawan untuk saling menjaga dan taat pada protkes. Demi kesehatan dan kebaikan bersama,” jelasnya.

(Annisar)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here