Beranda Liputan Terkini Sekolah SD Negeri Di Jember Hanya Miliki Dua Guru

Sekolah SD Negeri Di Jember Hanya Miliki Dua Guru

0

Media9.co.id, Jember – Sebuah Sekolah Dasar Negeri di Jember, hanya memiliki dua orang guru pengajar, padahal sekolah tersebut memiliki enam rombel (rombongan  belajar). Agar semua kelas dapat terkafer, guru terpaksa menyatukan kelas satu dua dan tiga menjadi satu kelas, berikut kelas empat dan lima satu kelas, sementara untuk kelas enam satu ruangan tersendiri.

Proses belajar mengajar di SDN Tegalwaru 4 Jember tersebut terpaksa harus bercampur dengan siswa lainnya. Sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas, sedangkan jumlah seluruh siswa kelas satu hingga kelas 6 hanya 36 siswa.

Kondisi makin ironis, karena sekolah tersebut hanya di ajar oleh sang kepala sekolah dan guru olah raga. Proses pembejalaran juga diatur sedemikian rupa, guru mengajar untuk kelas satu dua dan tiga dalam satu kelas secara bergiliran, begitupun untuk kelas empat dan lima dan kelas enam.

Meski dalam kondisi ramai, namun cara ini harus di tempuh karena keterbatasan ruang sekolah dan guru. “ belajar dengan sistem seperti ini kurang enak, karena sangat ramai dan susah menerima pelajaran,” papar Dewi, seorang siswa.

Hal senada juga di akui Fadil, yang juga mengaku sulit menerima materi pelajaran karena berkumpul dengan kelas lain dalam satu ruangan dengan materi pembelajaran yang berbeda.

Sementara itu Tri Hastuti, kepala sekolah, berharap adanya penambahan guru agar proses belajar mengajar di SDN Tegalwaru 4 Jember tidak timpang, sehingga semua kelas dapat menerima porsi pendidikan yang normal.

Tiga ruang kelas yang ada juga plafonnya ambrol, sehingga kepala sekolah mengambil tindakan membongkar sekalian plafon di dalam kelas agar tidak menimpa ke siswa. “ karena membahayakan siswa, plafon di ruang kelas terpaksa kami bongkar ,” imbuh Tri Hastuti.

Ketua komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidi, berjanji terus akan berupaya meminta Dinas Pendidikan Jember regrouping sekolah yang muridnya sedikit ke sekolah lain yang lebih berpotensi, sehingga jalanya proses belajar mengajar siswa dapat lebih optimal. (bbg)

Tinggalkan Komentar