Beranda Kabar Terkini Sambut New Normal, ASITA Siap Rekomendasikan SOP Untuk Pariwisata

Sambut New Normal, ASITA Siap Rekomendasikan SOP Untuk Pariwisata

0

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyatakan kesiapan membantu Pemerintah dalam menerapkan tatanan kenormalan baru atau yang disebut dengan new normal. Bantuan yang dilakukan ASITA yakni,  dengan menyiapkan sejumlah rekomendasi protokol untuk menyambut new normal di sektor pariwisata.

Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati mengatakan, rekomendasi tersebut untuk satu tujuan yakni menciptakan berwisata yang aman dan bebas dari  penyebaran Covid-19.

“Setiap protokol yang ditetapkan lebih fokus ke protokol.kesehatan, kebersihan, dan pengurangan kontak fisik yang dibutuhkan untuk memberi pengalaman berwisata yang aman,” kata Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Rusmiati menjelaskan protokol yang dibuat ASITA tidak lepas dari aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Bukan itu saja, namun protokol in,i juga harus disesuaikan dengan kesiapan usaha dan tenaga kerja. Hal ini penting agar apa yang direkomendasikan ASITA sejalan dengan kemampuan pelaku usaha dan tenaga kerjanya di masa Covid-19 ini.

Untuk tenaga kerja perlu protokol yang ketat, agar tenaga kerja dipastikan aman dari penyebaran virus yang mudah menular ini. Pembagian waktu bekerja juga menjadi salah satu hal yang menjadi  perhatian, pasalnya  jika waktu bekerja dibagikan kepada para karyawan, maka yang perlu  disorot adalah usia tenaga kerja

“Lalu, juga harus menerapkan panduan pencegahan pengendalian Covid-19 di tempat kerja, salah satunya dengan pengecekan suhu tubuh, pengaturan waktu kerja yang tidak terlalu panjang, dan dihilangkan shift ketiga,” jelasnya.

Namun, kata dia, dalam kondisi di mana shift ketiga harus diberlakukan, maka beban tersebut akan diserahkan kepada pekerja berusia di bawah 4  tahun.

“Lainnya seperti menggunakan masker, aturan asupan makanan, dan kalau bisa memberikan vitamin c kepada karyawan. Juga membatasi area kerja dengan tiap empat jam sekali dibersihkan. Selain itu juga menyediakan sarana cuci tangan, hindari penggunaan alat pribadi baik alat sholat maupun alat makan,” kata Rusmiati.<br>

Terkait pelatihan untuk pekerja yang kerap dilakukan, pihaknya akan menerapkan standar prosedur baru dengan terus memberikan informasi yang diperlukan.

“Kami juga minta mitra kerja seperti hotel, restoran dan mitra transportasi untuk melatih staf mereka melakukan protokol serupa,” tutup Rusmiati. (www.wljohnnews.com)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here