Beranda Kabar Terkini Registrasi Online Dukung Aspek Keamanan dan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo, NTT

Registrasi Online Dukung Aspek Keamanan dan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo, NTT

0

Penerapan sistem keamanan dan keselamatan yang baik menjadi prioritas untuk wisatawan, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo , khususnya ke Taman Nasional Komodo (TNK) NTT. Karena itu diberlakukan penerapan registrasi onlie bagi calon wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Balai Taman Nasional Komodo, Muhammad Iqbal Putera dalam sesi “Travel Dialogue” dalam acara FamTrip Media yang diselenggarakan BOPLBF, Sabtu (13/9/2020).

Selain itu, menurut Iqbal  regitrasi ini juga berkaitan dengan carrying capacity yang dapat mendukung konsep pengelolaan destinasi premuim. Seperti diketahui,  Labuan Bajo merupakan destinasi yang digadang-gadang sebagai destinasi premium.

Karena predikat sebagai destinasi premium, maka   carrying capacity serta penerapan sistem keamanan dan keselamatan  harus dipadukan agar kelestarian Taman Nasional Komodo dapat terjaga sebagai wilayah konservasi nasional.

Iqbal  menerangkan  ekowisata  bukan wisata massal yang mendatangkan banyak wisatawan  tanpa ada aturan pembatasan.

“Salah satu caranya dengan menerapkan sistem registrasi online ini. Dan sistem ini sangat erat kaitannya dengan keadaan COVID-19 saat ini sehingga pemantauan kesehatan dan pengawasan terhadap wisatawan itu bisa difungsikan melalui registrasi online. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi ekosistem, tapi juga keselamatan petugas dan stakeholders terkait,” terang Iqbal

Sistem registrasi online yang sudah diterapkan di TNK sejak September 2019 membuahkan hasil yang optimal. Registrasi tersebut diterapkan di Batu Bolong dan Karang Makassar, kemudian terus berkembang hingga saat ini untuk diterapkan di tujuh titik wisata di TN Komodo.

Berdasarkan kajian yang dilakukan pada 2018, ditetapkan carrying capacity terhadap sejumlah lokasi di TN Komodo yang masuk dalam zona hijau (diperuntukkan untuk wisata) tersebut adalah Loh Liang maksimal 250 orang, Loh Buaya 150 orang, dan Pulau Padar 60 orang. Sementara untuk lokasi perairan Karang Makassar 32 kapal, Batu Bolong 8 kapal, Siaba Besar, dan Pulau Mawan 20 kapal perhari.

“Tapi kajian itu perlu diperbaharui setiap dua tahun sekali. Dan karena angka itu berdasarkan kajian pada 2018, akan dibuat kajian terbaru untuk mendapatkan angka yang baru,” kata Iqbal.

Saat ini, seiring proses penyempurnaan, registrasi yang dilakukan masih bisa dilakukan secara online dan offline. Jika calon wisatawan memang sudah memiliki data persyaratan yang cukup, disarankan melakukan registrasi secara online yang dapat difasilitasi oleh travel agent atau tour operator yang ada di Manggarai Barat.

“Penerapan registrasi online secara ideal ini akan dilakukan ketika semua pihak sudah familiar dengan sistem ini.  Semoga bisa segera dilakukan karena concern kita adalah peningkatan kembali kunjungan wisatawan dari luar negeri dan sebelum itu terjadi internal kita harus siap dulu. Dan salah satunya ini caranya,” ujar Iqbal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Agustinus Rinus, di kesempatan yang sama mengatakan sistem registrasi online  merupakan inovasi untuk membantu agen-agen perjalanan di Manggarai Barat. Dengan sistem tersebut, kapasitas agen perjalan dapat meningkat.

Hal ini dilakukan karena faktanya tidak sedikit agen di luar Manggarai yang mengambil manfaat dari pariwisata Labuan Bajo, padahal agen-agen tersebut tidak memberikan pemasukan kepada daerah.

Tercatat pada tahun 2019, wisatawan yang menyambangi Labuan Bajo  didominasi merupakan wisatawan mancanegara. Presentasenya menyentuh angka  55,9 persen dari 187.128 wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Peningkatan angka tersebut dibandingkan tahun 2010 mencapai 879 persen, dengan lama tinggal rata-rata 6,9 hari dan jumlah pengeluaran 978 dolar AS.

Dari jumlah wisatawan yang datang ke Labuan Bajo pada tahun 2019, PAD Manggarai Barat yang dihasilkan mencapai Rp40,605 miliar. Jumlah PAD tersebut mengalami peningkatan 2.674 persen dibandingkan tahun 2010 yang hanya menghasilkan Rp2,37 miliar.

“Calon wisatawan dapat melakukan registrasi dengan agen perjalanan atau tour operator yang harus terdaftar di Manggarai Barat. Daftarnya dapat dilihat di situs registration.labuanbajoflores.id,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, menjelaskan registrasi online dapat memperkuat aspek safety dan security. Apalagi di tengah pandemi, aspek tersebut menjadi yang diprioritaskan  di sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif.

Registrasi online, dengan wilayah konservasi dari TN Komodo sebagai dasar, nantinya sebagai wujud pembangunan sistem digital pariwisata terpadu yang terintegrasi dalam satu big data. Menurut Shana, sistem digital pariwisata ini diharapkan akan menjadi rumah bagi pariwisata Flores dan NTT secara keseluruhan.

Sistem ini dimaksudkan selain untuk mendata identitas para pengunjung yang datang dan mentracing riwayat perjalanan para pengunjung, juga memperkuat penerapan tatanan normal baru di sektor pariwisata.

“Dengan sistem itu ketika ada keadaan darurat kami terbantu sekali. Dulu kalau ada kecelakaan kapal, atau kecelakaan diving kita kesulitan mencari tahu siapa operatornya mereka laporannya kemana. Dengan sistem registrasi online ini dan dikombinasikan dengan konsep panic button dari Kemenparekraf akan lebih mudah orang memberi sinyal saat kondisi darurat dan akan langsung terhubung ke instansi yang terkait,” kata Shana.

Simulasi terhadap kondisi darurat tersebut awalnya akan disimulasikan di April 2020 namun tertunda akibat kondisi pandemi COVID-19. Namun Shana menegaskan bahwa pihaknya bersama pihak-pihak terkait telah menyusun action plan untuk di lapangan dan dalam waktu dekat akan mengaplikasikan modul pertama di lapangan dengan pengoperasian command center dan bertahap dengan berbagai fasilitas pendukung pada tahun depan.

“Kami akan pasang CCTV di titik keramaian dan ditargetkan selesai sebelum G20 di akhir 2022 dengan standar internasional,” kata Shana.

Pihaknya juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM dalam membangun pola pikir pariwisata dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Termasuk bersama Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk memasukkan muatan lokal tentang konservasi dan pariwisata di sekolah-sekolah.

“BOPLBF juga akan terus melibatkan mitra-mitra lokal dalam setiap kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan kapasitas mereka dalam berorganisasi sehingga dapat membantu mereka untuk nantinya memulai usaha sendiri,” ujarnya. (www.eljohnnews.com)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here