Beranda Kabar Lainnya Ratusan Burung Di Lindungi Di Sita Polda Jatim

Ratusan Burung Di Lindungi Di Sita Polda Jatim

0

Jember – Ratusan burung di lindungi di sita Polda Jatim dari rumah seorang perempuan berinisial “h” di Jember. Meski ijin penangkaran telah lewat waktu sejak tahun 2015, namun pelaku tetap melakukan aktifitas mengepul burung dilindungi dari pasar gelap dan menjual kembali dengan  harga tinggi ke luar negeri.

Atas kegiatan illegal itulah, Kapolda Jatim bersama Direskrimsus Polda Jatim lakukan penyitaan atas 443 burung di lindungi yang ditangkarkan warga Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari Jember itu.

Di dalam rumah tersebut, petugas mendapati banyak burung dilindungi dari kawasan Timur Indonesia yang ternyata di pelihara secara ilegal di dalam ratusan kandang  dan nantinya akan dijual ke luar negeri oleh pelakunya.

“ sang pelaku sudah di amankan di Polda Jatim dan ratusan burung ini kemudian di sita dan untuk sementara di titipkan di rumah tersebut yang memiliki banyak kandang burung sebagai barang bukti,” papar Irjend Pol Luki Hermawan, Kapolda Jatim.

Polda Jatim  terus melakukan pengembangan atas kemungkinan adanya pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi penangkaran burung dilindungi dan aktifitas jual beli secara ilegal tersebut.

Sementara itu Direskrimsus Polda Jati , Kombespol Agus Santoso, mengatakan jika masyarakat  benar benar memperlakukan satwa liar itu untuk ditangkarkan dengan baik dan memiliki ijin yang benar dan masih berlaku tidak menjadi masalah.

Namun yang terjadi, pelaku sejak tahun 2015,  ijin penangkarannya telah mati, apalagi ia juga menerima burung dilindungi dari pasar gelap untuk dijual kembali ke luar negeri.

“Indonesia sebenarnya kaya akan satwa dilindungi seperti burung dengan berbagai macam jenis berikut warnanya yang menawan, dan ini ternyata di salahgunakan oleh pelaku untuk ditangkarkan dengan  cara illegal yakni tanpa ada bukti ijin yang syah, bahkan pelaku menerima burung burung tersebut dari pasar gelap,  hal ini tentu melanggar hukum ,” tuturnya.

Atas ulahnya pelaku di jerat dengan Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (bbg).

Tinggalkan Komentar