Beranda Kabar Desa Kabar Tani Puncak Musim Penghujan, Tanaman Padi Mulai Terserang Hama Wereng

Puncak Musim Penghujan, Tanaman Padi Mulai Terserang Hama Wereng

0

Banyuwangi – Memasuki puncak musim penghujan, tanaman padi di sejumlah wilayah mulai terserang hama wereng. Petani harus berupaya ekstra keras untuk menanggulangi hama perusak tersebut.

Seperti yang dialami Samsuri, warga Dusun Krajan Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah. Serangan hama wereng ke tanaman padinya sudah terlihat sejak seminggu yang lalu. “Saya ada sekitar 18 petak dengan luasan 1 hektaran lebih. Sejak seminggu yang lalu sudah terlihat tanda-tanda serangan wereng,” katanya saat ditemui Media9.

Menurut Samsuri, serangan hama semakin parah terjadi sejak 3 hari yang lalu. Dirinya pun harus bekerja ekstra keras agar kerusakan tanaman padinya tidak semakin parah. Salah satu upaya yang dilakukan ialah melakukan penyemprotan dengan obat secara berkala.

“Saya nyemprot berdua dengan anak saya, Kusairi. Obat yang saya gunakan adalah Plenum. Biasanya manjur ketika hama wereng datang,” ungkapnya.

Dalam setiap penyemprotan, biasanya bisa menghabiskan 8 tangki. Penyemprotan dilakukan merata di seluruh tanaman padinya. “Mulai jam 08.00 pagi tadi, sudah saya lakukan penyemprotan mulai dari sekeliling hingga merata keseluruhan, sebelum keadaan jadi semakin parah akibat serangan wereng, saya lakukan penyemprotan ini sesegra mungkin” katanya.

Plenum sendiri merupakan jenis obat yang mempunyai bahan aktif seperti pimetrozin sebanyak 50% dan Insektisida sistemik yang berfungsi menghambat aktivitas makan serangga, jenis obat ini tersedia dalam berbentuk butiran.

“Pengalaman saya, dari musim wereng yang sudah umum di kalangan petani, ada wereng jenis batang coklat, itu serangannya paling ganas.” kata Samsuri.

Serangan wereng, kata Samsuri tidak bisa dianggap remeh. Sebab jika tanaman padi terserang hama perusak ini, maka hasil panen akan berkurang drastis. “Kalau sudah terserang wereng, hasil panen per satu hektar hanya sekitar 2 sampai 3 ton. Padahal kalau musim normal bisa sampai 6 ton perhektar,” ungkapnya.

Selain itu, apabila tidak ditanggulangi sesegera mungkin, hama wereng yang menempel pada batang padi kerap berpindah dari hamparan sawah milik petani lain. Meski sudah Melakukan pola penyemprotan serempak serta pengendalian hama terpadu, masih belum bisa mengatasi hama secara maksimal.

“Perlu kekompakan untuk mengatasi hama wereng karena jika petani yang satu melakukan penyemprotan tapi petani lain tidak, imbasnya hama wereng bisa berpindah ke areal lahan sawah petani lain” ujarnya.

Oleh karena itulah, Samsuri langsung melakukan pengobatan begitu terlihat tanda-tanda akan datangnya hama wereng. Penyemprotan yang dilakukan tidak hanya sekedar memberi obat anti wereng, melainkan juga memberikan vitamin pada tanaman padi.

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here