Beranda Gaya Hidup Kesehatan Protokol Kesehatan Harus Dipatuhi Semua Pihak Untuk Transportasi Publik

Protokol Kesehatan Harus Dipatuhi Semua Pihak Untuk Transportasi Publik

0

Salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah di saat kondisi rentan akan bahaya virus Covid-19 atau Corona adalah moda transportasi. Hal ini penting karena moda transportasi menjadi tempat kerumunan orang yang hendak ingin berpergian. Terkait hal ini Pemerintah mengeluarkan protokoler kesehatan untuk transportasi publik yang harus dipatuhi oleh penumpang dan pengelola transportasi.

Brian Sri Prahastuti, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden meminta semua pihak bisa bekerja sama dan patuh terhadap protokol transportasi publik tersebut. “Kepatuhan semua pihak terhadap protokol ini sangat ditekankan untuk mencegah penularan virus penyebab COVID-19 serta untuk menjamin efektivitas kebijakan ‘social distancing’ (pembatasan sosial) dalam upaya memutus penyebaran virus corona,” ucapnya saat menyampaikan Protokol Transportasi Publik di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3).

Pengelola kendaraan umum, menurut protokol tersebut wajib melakukan tindakan disinfektan terhadap armadanya dua hingga tiga kali sehari dengan mempertimbangkan waktu-waktu sibuk serta memperhatikan tempat-tempat yang banyak dipegang penumpang. Selain itu, penumpang di stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan wajib diseleksi secara ketat oleh pengelola kendaraan umum dengan cara mendeteksi suhu tubuh penumpang.

Berdasarkan protokol transportasi publik tersebut, pengelola tempat-tempat kendaraan umum juga harus mengatur antrean penumpang pada jarak aman, paling dekat satu meter. Selain itu, pengelola tempat-tempat kendaraan umum juga harus memastikan kebersihan area publik dan melakukan disinfektan terutama pada tempat-tempat yang berpeluang menularkan virus seperti tombol lift, di dalam lift, pegangan tangan, gerbang penumpang, dan lain-lain.

“Menyediakan handwashing station dengan air mengalir, sabun cair, dan pengering tangan baik elektrik maupun tisu, serta tempat sampah yang bersih,” ujarnya. Brian mengungkapkan bahwa pemantauan pelaksanaan Protokol Transportasi Publik dan upaya perbaikan serta peningkatan merupakan tanggung jawab Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab setiap individu untuk memastikan dirinya tidak menularkan virus corona kepada orang lain. Kata dia, tanggung jawab itu bagian dari pelaksanaan protokol tersebut. “Setiap orang harus bijaksana dalam menyikapi berita yang beredar, selalu melakukan verifikasi kebenaran berita dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. (www.eljohnnews.com)

- Advertisment -

Tinggalkan Komentar