Beranda Hukum & Kriminal Polres Jember Razia Terminal dan Stasiun Sweeping Masyarakat Ikut Aksi People Power

Polres Jember Razia Terminal dan Stasiun Sweeping Masyarakat Ikut Aksi People Power

0

JEMBER – Rencana aksi People Power pada 22 Mei mendatang di Jakarta mendapat perhatian dari Polres Jember. Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo memimpin langsung razia terhadap masyarakat yang nekat berangkat dengan moda transportasi bus ataupun kereta api.

Razia dilakukan di terminal kelas A Tawangalun, Terminal Kelas C Pakusari, dan Stasiun Jember. Razia dilakukan bersama dengan 40 orang personel gabungan. Terdiri dari 25 anggota Polri, 10 anggota TNI, dan 5 petugas Kemenhub.

“Tadi malam kami bersama sejumlah personel, juga (sejumlah anggota) dari Kementerian Perhubungan, melakukan pemeriksaan terhadap calon penumpang bus ataupun kereta api yang akan berangkat ke Jakarta,” kata Kusworo, Minggu (19/5/2019).

Tujuan dari pemeriksaan untuk menghalau calon penumpang yang berencana akan melakukan aksi menolak hasil perhitungan KPU pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Kami mengimbau agar kembali saja. Tidak usah berangkat ke Jakarta. Karena aksi-aksi untuk dibawa ke ranah publik, itu kurang tepat,” kata Kusworo.

Ada baiknya, lanjut Kusworo, jika diketahui ada kecurangan ataupun bukti-bukti terkait pelanggaran pemilu, untuk dilakukan pelaporan sesuai dengan mekanisme aturan yang tepat.

“Jadi langsung laporkan ke Bawaslu, tentu dengan membawa bukti otentik dan nantinya akan dilakukan tindak lanjut oleh Bawaslu,” tandasnya.

Sweeping dadakan yang dilaksanakan jajaran Polres Jember tersebut, sempat membuat calon penumpang kebingungan dan khawatir. Pasalnya setiap anggota polisi yang ada, menanyai satu persatu calon penumpang tujuannya kemana, dan meminta kelengkapan identitas seperti KTP ataupun SIM.

Kusworo pun berusaha meredakan ketegangan dengan melempar senyum, dan bertanya dengan sopan tiap-tiap calon penumpang yang akan berangkat, terkait tujuan dan identitas diri.

“Setelah kita beri penjelasan akhirnya mereka paham dan mereka akhirnya juga kompetitif,” kata Kusworo.

Dari sweeping tersebut, lanjut Kusworo, tidak ditemukan penumpang yang hendak ikut aksi people power di Jakarta. (ark)

 

Tinggalkan Komentar