Beranda Kabar Usaha PKL Rubah Pola Dagang, Wes Wayahe Jualan Online

PKL Rubah Pola Dagang, Wes Wayahe Jualan Online

0

LUMAJANG – Covid-19 tidak seluruhnya berdampak hal-hal yang negatif. Dalam kondisi seperti ini, diminta untuk lebih bisa berkreasi dan berinovasi. Menurut salah seorang pemuda Anshor Kabupaten Lumajang, Sukan, mengatakan bahwa ada yang positif dari pandemi Covid-19 ini, diantaranya beberapa bulan setelah Covid-19 berkunjung ke Lumajang, membuat pelaku usaha semakin cerdas untuk bertahan.

“Ada UMKM usaha minuman sekarang fokus jual beras secara online dan hasilnya wow,” ungkapnya.

Kata Sukan, ada lagi yang usaha makanan dan baju sekarang nambah usaha jualan APD tanpa meninggalkan usaha lamanya dan alhasil angka penjualan yang begitu wow juga.

“Ada lagi yang dulu jualan nasi bebek, sekarang usahanya malah nambah dengan jualan tempat cuci tangan,” ujarnya.

Intinya sekarang, kata Sukan adalah ketika situasi yang tidak biasa harus diimbangi dengan tindakan yang luar biasa, maka hasilnya juga luar biasa.

Dari analisanya, pengiriman Paketpos beberapa minggu terakhir dominan masih dijenis masker dan APD lainnya kemudian disusul pakaian, alat kecantikan dan makanan.

“Ini artinya pengusaha di Lumajang sudah melakukan hal-hal yang sangat luar biasa,” bebernya.

Kalau kita mau belajar dari Mall yang tutup dikota-kota besar, sebenarnya mereka tutup penjualan secara offline, namun mereka secara online tetap jalan dan semakin besar, dulu ketika jualan masih menggunakan offline yang belanja hanya orang disekitar kota itu tapi setelah online yang belanja seluruh Indonesia.

“Kesimpulannya jualan online wis wayahe,” ucapnya.

Sebelumnya, dari Satpol PP Kabupaten Lumajang sudah melakukan penertiban kepada para PKL di Kabupaten Lumajang ini. Berdasar Surat Nomor : 300/835/427/46/2020 tentang Larangan Berjualan di Seputaran Alun-Alun.

“Kami sangat paham sekali dalam upaya pemerintah Lumajang dalam memutus mata rantai Covid-19 dan kami juga mendukung hal tersebut dengan menyediakan bak cuci tangan sepanjang jalan Imam Suja’i untuk keamanan pembeli dan pedagang,” terang salah seorang PKL menulis surat kepada Bupati Lumajang.

Tentang larangan tersebut, menurut PKL, memohon untuk ditinjau ulang atau ada solusi terbaik buat PKL untuk bisa beraktifitas untuk memberi nafkah keluarga.

“Dan kami juga berharap kepada Satpol PP yang kami hormati, untuk senantiasa bijaksana dalam melakukan tindakan. Atas solusi yang diberikan kami ucapkan banyak Terima kasih,” pungkas PKL. Afdol

- Advertisment -

Tinggalkan Komentar