Beranda Kabar Terkini Pimpin Pertemuan COVAX, Menlu Dorong Percepatan Distribusi Vaksin Global

Pimpin Pertemuan COVAX, Menlu Dorong Percepatan Distribusi Vaksin Global

0
A Health Ministry official checks documents on a container carrying the first shipment of the AstraZeneca/Oxford Covid-19 coronavirus vaccine doses, as part of the UN global Covax programme, as it arrives at the Noi Bai International Airport Cargo terminal in Hanoi on April 1, 2021. (Photo by Nhac NGUYEN / AFP)

​Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi kembali memimpin pertemuan virtual COVAX AMC Engagement Group (EG) ke-5 bersama Menteri Kesehatan Ethiopia (Lia Tadesse) dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada (Karina Gould) pada tanggal 12 Juli 2021.

Dalam pertemuan ke-5 ini, COVAX AMC membahas perkembangan terakhir kerja Covax Facility terkait pendanaan, ketersediaan vaksin maupun pengiriman vaksin termasuk target yang ingin dicapai pada tahun 2021. Pertemuan juga membahas bagaimana memitigasi resiko kurangnya pasokan vaksin dan persiapan pengiriman vaksin pada kuartal 4 tahun 2021.

Menlu RI memimpin sesi yang membahas tiga isu terkait kepastian pengiriman dan distribusi vaksin, yaitu prediksi pasokan vaksin pada Q3 dan Q4 2021, rencana pengiriman vaksin COVID-19 dan persiapan penerimaan vaksin oleh negara AMC.

Di awal pertemuan, Menlu RI mengulang kembali pernyataan Dirjen WHO yang menyampaikan bahwa saat ini dunia berada pada tahap yang berbahaya dari pandemi. Tingginya tingkat kematian, meningkatnya kasus di banyak negara serta kesenjangan vaksinasi global yang makin melebar adalah situasi yang saat ini dihadapi dunia.

“Banyak negara mengalami lonjakan kasus dan kematian karena varian baru dan pelonggaran kebijakan. Sementara itu, kesenjangan vaksinasi global terus melebar. Jika ini terus berlanjut, dunia tidak akan pernah menang melawan COVID-19,” ujar Menlu Retno.

Oleh karena itu, Menlu Retno mendorong percepatan vaksinasi global melalui peningkatan produksi vaksin dengan dilakukan diversifikasi produksi, perluasan portfolio vaksin yang disalurkan oleh Covax, dan peningkatan kapasitas vaksinasi negara-negara AMC.

Beberapa catatan yang dapat diambil dari penjelasan pihak GAVI per 11 Juli 2021:
• Covax Facility telah mengirimkan 103 juta dosis ke 135 peserta.
• Gavi Alliance Board juga sudah menyetujui pendanaan untuk mendukung pengiriman vaksin ke negara peserta AMC senilai USD 775 juta.
• 58 negara telah mengajukan pembelian vaksin melalui mekanisme cost-sharing (termasuk Indonesia)

Selain itu, ditengah situasi yang penuh tantangan, tercatat beberapa pekembangan positif yaitu:

Pertama, Covax meyakini bahwa pasokan vaksin akan terus meningkat dengan bertambahnya vaksin yang telah menerima EUL dari WHO, peningkatan produksi vaksin oleh perusahaan manufatur vaksin dan dimulainya kembali ekspor vaksin yang sebelumnya mengalami hambatan.

COVAX juga telah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi kekurangan pasokan vaksin jangka pendek dan jangka panjang, antara lain dengan pembentukan COVAX Manufacturing Taskforce.

Kedua, semakin besarnya jumlah dose-sharing atau berbagi vaksin dari negara yang memiliki kelebihan vaksin akan meningkatkan jumlah pasokan vaksin global yang dapat digunakan oleh negara AMC.

Menurut Covax Facility, hingga tanggal 12 Juli 2021 ini , terdapat lebih dari 530 juta dose-sharing yang siap untuk didistribusikan ke sejumlah negara yang membutuhkan.

Ketiga, COVAX Facility juga menyiapkan mekansime termasuk pendanaan untuk mempersiapkan kapasitas negara AMC dalam menerima vaksin dan menjalankan program vaksinasi nasional di negaranya. Covax Facility juga menyiapkan berbagai dukungan untuk memastikan kapasitas penerimaan vaksin dan pelaksanaan program vaksinasi nasional.

Dalam diskusi dibahas pula fenomena varian baru dan efikasi vaksin yang ada saat ini dalam menghadapi varian baru khususnya varian Delta. Wakil WHO menjelaskan bahwa hingga saat ini WHO terus mengamati munculnya varian baru dan sampaikan bahwa vaksin setidaknya dapat mengurangi tingkat keparahan infeksi sehingga mengurangi tingkat hospitalisasi dan kematian akibat varian baru.

WHO akan terus memantau tingkat efektifitas vaksin dan diperlukan lebih banyak data dari banyak negara.

COVAX Facility adalah mekanisme multilateral yang berupaya menjamin akses yang merata terhadap vaksin COVID-19 bagi semua negara. Hingga saat ini, Indonesia telah menerima 11.228.460 dosis vaksin melalui COVAX Facility, terdiri dari AstraZeneca dan Moderna. Jumlah ini masih akan terus bertambah dimasa-masa mendatang.

Pertemuan COVAX AMC EG selanjutnya akan diselenggarakan pada tanggal 12 Oktober 2021. (www.eljohnnews.com)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here