Beranda Teknologi Pentingnya Data Recovery Di Perusahaan

Pentingnya Data Recovery Di Perusahaan

0

Jember – Sebuah data menyebutkan, sekitar 93% perusahaan yang kehilangan kendali atas pusat data mereka selama 10 hari atau lebih, maka akan mengalami bencana kebangkrutan dalam waktu satu tahun. Artinya, data bisnis Anda, baik dalam bentuk database pelanggan elektronik, dokumen kantor, atau konten e-mail, dengan statistic ini digambarkan sangat penting dalam bisnis apapun. Tidak ada data, maka tidak ada bisnis. Ketika data penting tidak tersedia, maka bisnis akan menderita.

Berikut adalah berbagai alasan rusak atau hilangnya data sebuah perusahaan;

  • Kesalahan manusia (kecelakaan penghapusan dan data lama tertimpa)
  • Kerusakan perangkat lunak (saat perbaruan dan instalasi baru)
  • Perangkat keras & kegagalan system
  • Kerusakan listrik (arus pendek, padam)
  • Bencana alam (banjir, kebakaran, gempa bumi)
  • Virus komputer
  • Perilaku berbahaya (karyawan yang tidak puas)
  • Alat cadangan dan tehnik yang tidak dilaksanakan

Jadi, bagaimana caranya agar data Anda tidak hilang walau terjadi berbagai gangguan tersebut. Mungkin selama ini Anda menempatkan data-data tersebut pada sebuah perangkat keras tunggal , multi perangkat (multi-drive RAID array), perangkat keras eksternal atau beberapa media alain. Faktanya, data Anda akan kemungkinan memang tidak hilang selamanya. Namun, untuk mendapatkan data penting Anda kembali, Anda harus mengambil beberapa tindakan. Berikut beberapa tip pemulihan yang harus Anda lakukan:

Langkah Satu: Tentukan nilai data. Sebelum Anda mencoba memulihkan data dari komputer Anda, terlebih dahulu tentukan berapa nilai data tersebut untuk perusahaan Anda. Jika data itu tidak terlalu penting untuk kegiatan operasi perusahaan Anda dan tidak memiliki konsekwensi potensial di masa depan, maka Anda bisa melakukan pemulihan data sendiri.

Selain itu, Anda  harus mengevaluasi biaya data yang Anda simpan setiap jam. Sebuah survey  yang di lakukan Ontrack mengatakan, sekitar 21 persen responden perusahaan mengatakan bahwa mereka berada dalam risiko serius jika kehilangan data selama 48 jam. Sedangkan 24 persen responden lain mengatakan bisnis mereka sudah langsung beresiko walau dalam waktu kurang dari satu hari kehilangan data.

Selain itu, Anda harus mengevaluasi biaya data yang Anda simpan setiap jam. Sebuah survey yang dilakukan Ontrack mengatakan, sekitar 21 persen responden perusahaan mengatakan bahwa mereka berada dalam resiko serius jika kehilangan data selama 48 jam. Sedangkan 24 persen responden lain mengatakan bisnis mereka sudah langsung beresiko walau dalam waktu kurang dari satu hari kehilangan data.

Jadi jika Anda mengalami kerusakan pada perangkat keras Anda, masalah server atau krisis lain di mana kehilangan data terjadi, tanyakan dahulu pertanyaan  berikut:

  • Bagaimana kehilangan data ini memengaruhi saya dan perusahaan?
  • Berapa biaya yang di keluarkan untuk kembali memasukan data ini?
  • Dapatkah saya membuat ulang data ini sesuai kebutuhan?

Kesimpulan dari pertanyaan itu sangat penting, hentikan apa yang sedang Anda lakukan, matikan system dan ikuti langkah-langkah yang bisa di lakukan.

Langkah Kedua: Jangan mendengarkan siapapun kecuali seorang spesialisa pemulihan data. Proses pemulihan data adalah tugas khusus yang harus dilakukan oleh ahli. Ahli TI (teknologi informasi) perusahaan mungkin berpikir mereka tahu apa yang mereka lakukan, tetapi terkadang tidak. Sedangkan spesialis pemulihan dapat memberi  tahukan langkah-lamgkah yang tepat untuk pemulihan data Anda.

Namun, cobalah untuk tidak mendengarkan siapapun, termasuk ahli yang membei tahu Anda bahwa pemulihan yang dilakukan harus di bangun kembali susunanya, atau di lakukan konfigurasi ulang. Perbedaan antara RAID dan perangkat tunggal adalah kompleksitas cara menulis ke perangkat yang ada. Jika Anda melakukan hal yang salah, langkah itu benar-benar menghapus data Anda dan mengurangi kesempatan pemulihan data.

Langkah Ketiga: Kumpulkan informasi tentang apa yang terjadi. Ketika Anda menyadari perangkat keras Anda mengalami masalah, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mematikan system Anda. Jika terus mengakses media penyimpanan Anda atau terus menggunakannya, dapat merusak bagian dari perangkat Anda dan membuat data Anda tidak tersimpan.

Gejala yang ada bisa masuk;

  • Bunyi pada perangkat keras
  • Perangkat RAID dalam mode terdegradasi
  • Kegagalan control RAID
  • Pengosongan kontrainer
  • Volume tidak terhitung atau kesalahan BIOS

Kemudian buat catatan apa yang terjadi sebelum Anda menemukan masalah ini:

  • Tuliskan apa pesan kesalahan yang Anda terima
  • Bagaimana kondisi layar
  • Berapa banyak perangkat yang terkena
  • Posisi susunan
  • Blok dan ukuran, baik maju dan mundur.

Alasan langkah pengumpulan informasi ini adalah karena banyak karyawan atau professional TI takut mendapatkan teguran atau kehilangan pekerjaan mereka jika menemukan bahwa kesalahan manusia adalah penyebab dari kerusakan  server. Oleh karena itu, mereka sering tidak mengungkapkan semua informasi yang di perlukan.

Ketika kesalahan manusia menyadi penyebab kehilangan data, maka Anda wajib memiliki semua informasi yang diperlukan. Bahkan, informasi yang mungkin memalukan atau tampaknya tidak relevan untuk di bagi.

Langkah Keempat: Jangan memulihkan atau membangun kembali perangkat Anda dan menggunakannya kembali seolah-olah tidak ada yang terjadi. jika server Anda sudah gagal, Anda tidak harus berusaha untuk membangun kembali secara manual. Jika Anda melakukannya, Anda akan menimpa struktur asli yang ada, dan menghancurkan data yang Anda butuhkan untuk di pulihkan.

Banyak professional TI yang memikirkan solusi untuk masalah ini dengan membuat cadangan rusak, sampahnya hanya di pulihkan professional TI di atas data yang baik.

Selanjutnya, jika perangkat keras tidak dapat diakses atau gagal, banyak professional TI yang akan menjalankan instalasi baru dari system operasi. Tetapi jika perangkat keras sudah diformat ulang, sama saja Anda baru saja menyingkirkan data yang ada disana.

Jika Anda harus menginstal perangkat lunak, jangan lakukan itu di perangkat yang sama dimana Anda mencoba untuk memulihkan data. Sebab, semakin Anda menulis pada perangkat tersebut, resiko akan lebih menimpa sector dimana data  Anda berada.

Alih-alih memperbaiki masalah sendiri, nyalakan komputer Anda, berikan server atau laptop ke ahli pemulihan data profesioanal untuk menghindari konsekwensi kehilangan data permanen pada perangkat keras Anda.

Langkah Kelima: panggil ahli! Pada dasarnya, banyak data yang dapat dipulihkan. Anda  bahkan dapat menemukan professional yang akan memulihkan data  dalam situasi darurat dimana waktu adalah penting. Hal terbaik untuk dilakukan adalah mengikuti langkah-langkah diatas dan lakukan panggilan spesialis pemulihan data. Anda akan menghilangkan pekerjaan menembak, dan memastikan Anda melakukan semua hal dengan benar untuk memulihkan data Anda. (sme)

 

Tinggalkan Komentar