Beranda Kabar Terkini Pemprov DKI Pastikan Terus Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pusat Perbelanjaan

Pemprov DKI Pastikan Terus Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pusat Perbelanjaan

0

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan di  pusat perbelanjaan atau mall.  Pemantauan ini penting dilakukan agar pusat perbelanjaan benar-benar menerapkan protokol kesehatan terhadap pengunjungnya.

“Sebagaimana kita ketahui harus menjalankan protokol kesehatan di mal, disinfektan, kemudian warganya harus menggunakan masker bahkan (ada mall) yang sudah menyiapkan QR Code hingga di mal itu jumlahnya tidak melebihi 50 persen,” ujar Riza di Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah jumlah pengunjung. Membludak pengunjung berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19. Karena itu pembatasan pengunjung benar-benar diperhatikan oleh pusat perbelanjaan.

Bukan hanya di pusat perbelanjaan, namun gerai yang berada di dalam pusat perbelanjaan harus juga membatasi  jumlah pengunjungnya. Selain itu, pemberitahuan tentang social distancing atau physical distancing juga wajib dipasang di area pusat perbelanjaan.

Seperti diketahui Sebanyak 80 mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta siap beroperasi lagi mulai Senin, 15 Juni 2020. Pusat perbelanjaan sempat ditutup sementara demi mencegah penyebaran Covid-19. Pembukaan pusat perbelanjaan ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengaku pengelola mall tengah menyempurnakan peralatan touchless untuk lebih menjamin keamanan dan higienitas pengunjung yang bertandang ke mall.

Mal dikatakan akan dengan tegas dan ketat memberlakukan protokol kesehatan agar pengunjung merasa nyaman serta yakin bahwa mal tersebut aman.

Protokolnya meliputi pemakaian masker, jarak antri 1 meter, suhu tubuh di bawah 37,5 derajat, lift maksimum 6 orang, hingga pembayaran yang diusahakan cashless.

“Semua mal dibuka. Sebagian mall memang menyempurnakan peralatan dengan touchless untuk meningkatkan terhindarnya bersentuhan dan juga agar pengunjung lebih yakin dan berani ke mall,” kata Ellen (www.eljhonnews.com)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here