Beranda Kabar Terkini Pelaku UMKM Diberikan Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen

Pelaku UMKM Diberikan Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen

0
Foto : saat pelatihan

LUMAJANG – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Lumajang, latih sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar lebih baik dalam manajemen keuangan.

Sebab, menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Lumajang, Suharwoko, bahwa pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu langkah terpenting untuk membangun dan mengembangkan ekonomi bangsa Indonesia. Salah satu masalah mendasar yang hingga kini menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia adalah masalah pembangunan ekonomi.

“Padahal pembangunan ekonomi yang akan memberikan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi suatu bangsa,” kata mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lumajang ini.

Suharwoko juga menyampaikan bahwa problem yang dihadapi bangsa Indonesia adalah seiring bertambahnya sumber daya manusia malah justru mengakibatkan bertambah banyak pula pengangguran.

“Pandangan masyarakat yang lebih mengandalkan ijasah dibandingkan menggali potensi yang dimiliki, dianggap menjadi penyebab terhambatnya pembangunan ekonomi di masyarakat,” tambahnya.

Maka dari itu, kata Suharwoko, untuk membangun ekonomi Indonesia semakin dirasakan pentingnya peran wirausahawan, karena pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh para wirausahawan yang sukses dalam usahanya.

“Kewirausahaan merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri,” imbuhnya.

Dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas, sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Rochimawati, merasa ditantang bukan hanya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bekerja, melainkan juga harus mampu mempersiapkan dan membuka lapangan kerja baru.

“Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak,” beber pengusaha sambel telo ini.

Dalam upaya membuka lapangan kerja baru, kata Atiek, panggilan akrabnya, diperlukan adanya pelatihan kewirausahaan bagi beberapa komponen masyarakat.

“Sebab pelatihan kewirausahaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya manajemen, karena pada dasarnya kemampuan manusia itu terbatas (fisik, pengetahuan, waktu dan pelatihan) sedangkan kebutuhannya tidak terbatas,” ujarnya lagi.

Maka dengan adanya manajemen akan membentuk usaha untuk memenuhi kebutuhan dan terbatasnya kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan serta mendorong manusia untuk membagi pekerjaan, tugas dan tanggung jawabnya kemudian terbentuklah organisasi yang dapat menyelesaikan dengan baik dan meringankan pekerjaan tersebut.

Melihat realitas yang berkembang saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa gerak ekonomi global sudah semakin terasa sehingga perlu untuk membangun Sumber Daya Manusia yang kompeten dan siap bersaing. Maka dari itu kebutuhan akan pelatihan kewirausahaan tidak dapat ditunda ataupun diabaikan lagi.
Berangkat dari hal itu, untuk menerapkan pelatihan kewirausahaan sebagaimana dimaksud, salah satu institusi pendidikan yang dapat membantu dalam membangun dan mengembangkan kegiatan kewirausahaan dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Lumajang ini.

“Manajemen pelatihan kewirausahaan bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang seperti apa? Dan apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam pelatihan kewirausahaan di para pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang? Itu yang perlu mendapatkan perhatian,” urainya.

Tujuan dan manfaat dari pelatihan kewirausahaan ini, kata Maris Muluk, salah satu pemateri, mengatakan adalah untuk mengetahui manajemen pelatihan kewirausahaan bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang.

“Selain itu, untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam pelatihan kewirausahaan para pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang,” paparnya.

Sedangkan manfaat dari pelatihan ini, agar para pelaku UMKM dapat belajar bagaimana cara memanajemen waktu dalam berwirausaha dan meraka berani mengambil resiko dalam berwirausaha, serta dapat meningkatkan produksi para pelaku UMKM.

Acara yang dilaksanakan pada hari Senin – Selasa (12-13/10) dimulai pukul 08.00 s/d 14.00 wib, yang bertempat di Gedung Pertemuan KPRI, Jalan Juanda Lumajang.

Pelatihan ini diikuti oleh pelaku UMKM se Kabupaten Lumajang, sebanyak 50 pelaku UMKM pada setiap sesi saat mengikuti kegiatan pelatihan, dan yang hadir adalah peserta yang mendapatkan undangan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lumajang. Dihadirkan narasumber dari Kantor UPT Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur, Bp. Maris Muluk. Selain itu, dihadirkan pula Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lumajang Bp. Suharwoko, Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lumajang Bp. Imron beserta jajaran.

Acara pelatihan ini ditutup dengan tanya jawab seputar kendala dan hambatan yang dialami pelaku UMKM.

“Bisnis yang baik adalah bisnis yang dibuka, dan wirausaha bisa digunakan untuk dijadikan motivasi,” jelasnya.

Para pelaku wirausaha, menurut Muluk, adalah orang yang berani mengambil resiko dan dapat melihat peluang usaha.

Muluk juga kenalkan mengenai blue ocean (keadaan usaha yang nyaman), yaitu terdiri dari 4 kriteria, yaitu SWOT yang singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.
Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah.

Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.

Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.

tik/afu

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here