Beranda Kabar Terkini Pedagang Online Keluhkan Lemotnya Medsos Akibat Pembatasan Akses

Pedagang Online Keluhkan Lemotnya Medsos Akibat Pembatasan Akses

0

Jember – Kebijakan Pemerintah dengan melakukan pembatasan akses penggunaan  media sosial (medsos), dikeluhkan banyak pedagang online di Jember. Pasalnya aktivitas dalam menjalankan jual beli secara online dengan mengunggah foto dagangan dan berkomunikasi dengan pelanggan, membutuhkan waktu agak lama, dan terkadang sering gagal.

Akibatnya dalam bulan Ramadan ini, para pedagang online tersebut tidak meraup untung banyak, karena menurunya omset penjualan. Kini mendekati lebaran, malah semakin menurun drastis. Terlebih lagi hal itu dirasakan bagi para entrepreneur muda di kalangan mahasiswa.

“Saya jualan kaos dan jaket di Whatsapp mas. Selain juga pasang iklan online shop di lazada ataupun Shoppe. Tapi komunikai kan sering lewat whatsapp itu. Gara-gara aturan pemerintah. Jengkel saya, upload (mengunggah, red) foto aja tidak bias,” ujar Pedagang Online Devinta Adelia, Sabtu (25/5/2019).

Dengan kondisi ini, wanita yang akrab dipanggil Devi ini, merasa tersiksa. “Lah mau jualan kaos, calon pembeli kan butuh lihat desain gambar, ataupun warna dan ukurannya, karena tidak bias kirim foto, gak jadi beli. Teman saya jualan bakso aci juga rugi, karena lemot kadang untuk chatting (mengobrol, red) itu,” ungkapnya.

Terlebih lagi dengan kondisi akses medsos tersebut terbatas, kata entrepreneur muda ini, diharapkan tidak berlangsung lama. “Ini sejak tanggal 22 Mei kemarin sudah 3 harian. Tolonglah agar segera diakhiri pembatasan akses medsos ini,” katanya.

Menyikapi persoalan tersebut, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, juga turut menanggapi. Menurut Kusworo, pembatasan akses penggunaan medsos tersebut, adalah untuk meminimalisasi penyebaran berita bohong ditengah masyarakat.

“Berkaitan dengan menurunnya akses whatsapp ataupun medsos lainnya, kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar,” kata Kusworo.

Pasalnya, lanjut Kusworo, pembatasan akses medsos tersebut, sebagai langkah antisipasi pemerintah dalam rangka kepentingan nasional.

“Bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan, karena banyaknya hoaks yang beredar. Apa yang dilakukan untuk langkah antisipasi,” ungkapnya.

Saat ditanya sampai kapan akses penggunaan medsos tersebut dibatasi, Kusworo belum bisa memastikan. Pasalnya, kebijakan tersebut ada di pemerintah pusat. “Saya belum tahu,” katanya singkat. (ark)

Tinggalkan Komentar