Beranda Kabar Wisata Traveling Outing Digelar ASITA DKI Jakarta di Belitung

Outing Digelar ASITA DKI Jakarta di Belitung

0

Belitung – DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) DKI Jakarta menggelar acara outing ke Belitung yang diselenggarakan selama tiga hari pada 27-29 Februari 2020. Hal tersebut untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama agar rasa kekeluargaan akan semakin erat dan kegiatan semacam itu dapat dilakukan saat momen apapun.

Hasiyanna S Ashadi, Ketua Asita DKI mengatakan bahwa tujuan diadakannya outing di Belitung ini untuk mendekatkan pengurus dengan anggota, juga ini memang suatu acara yang menjadi program ASITA DKI dan sekaligus mengenalkan pariwisata Belitung.

“Belitung itu eksotik buat orang Jakarta dan kemudian jaraknya tidak begitu jauh. Disini orang Jakarta khususnya bisa rileks karena gak macet, gak ada kehebohan, gak ada kendaraan yang ramai di jalan, dapat menghirup udara segar dan situasi yang masih bagus. Jadi cocok untuk orang Jakarta untuk refresing di sini,” ucap Hasiyanna dalam keterangannya di Belitung, Kamis (27/2/2020).

Selain itu, anggota juga dikenalkan dengan destinasi di Belitung yang relatif masih baru. Agar kedepannya bisa memasarkan destinasi Belitung pada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Acara kali ini diikuti oleh 110 anggota Asita DKI. Di hari pertama ini para anggota diajak berkeliling mengunjungi berbagai destinasi yang ada di Belitung seperti, Pantai Tanjung Tinggi dimana tempat tersebut pernah menjadi lokasi syuting Laskar Pelangi. Selanjutnya, anggota pun diajak berkeliling menuju Pantai Tanjung kelayang untuk Hopping Island.

Pada kesempatan yang sama, Jongki Adiyasa, Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa dirinya sebagai pemain inbound, melihat Belitung mempunyai potensi yang sangat besar terutama pada pariwisata.

“Diperlukan orang-orang yang idealis untuk mengerjakan ini dengan baik dan benar. Karena dalam hal kapal pesiar itu mempunyai peluang yang sangat besar untuk masuk ke Belitung. Orang yang belum mengenal baik Belitung ini hanya mengikuti kemauan prinsipal,” ucap Jongki.

Jongki memberikan contoh dalam beberapa waktu lalu ada kapal pesiar hanya berkunjung di Belitung selama 4 jam. Menurutnya, berkunjung di Belitung 4 jam tidak ada dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Belitung. Dirinya juga telah mengajukan proposal agar kapal pesiar masuk Belitung minimum 7 jam dan itu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan acara ramah tamah di ballroom Hotel Santika Belitung. Berbagai kegiatan pun dilakukan untuk lebih mendekatkan diri antar sesama anggota seperti, menyanyi maupun menari. Tak hanya itu, pihak panitia pun sudah menyiapkan hadiah bagi para pemenang. (https://eljohnnews.com/)

- Advertisment -

Tinggalkan Komentar