Beranda Kabar Wisata Budaya MUSIK PATROL BANYUWANGI DAN JAZZ

MUSIK PATROL BANYUWANGI DAN JAZZ

0

BANYUWANGI – Musik, bagi saya adalah suatu seni yang universal. Tidak ada deskriminasi dalam musik, yang namanya musik kampungan, ndeso, intelek, kaya, miskin, kumuh, dll..dalam genre nya. Yang ada, menurut saya adalah perbedaan birama, tangga nada, chord (harmoni gabungan beberapa nada), dan irama perkusinya serta hentakan jab-jab-an atau sinkopnya.

Saya suka menikmati dan bisa memainkan berbagai jenis alat musik musik tradisional Banyuwangi seperti angklung, slenthem, kendang dll, juga bisa memainkan alat musik modern, seperti gitar, metboard, drum, saxophone, serta suka menikmati genre musik dangdut, pop, rock, sampai jazz. Setiap tahun, saya dan keluarga selalu menyaksikan Java Jazz, yaitu festival musik jazz berkelas dunia yang digelar oleh Pieter Gontha di Jakarta.

Ketika masih kecil dulu di desa Tamansuruh, saya selalu menantikan bulan puasa, karena saya dan teman-teman bisa membuat pentongan dan angklung, lalu bersama teman-teman berkumpul di langgar atau rumah tetangga memainkan bersama alatbmusik bambu tersebut sambil jalan-jalan mengelilingi kampung, dinamakan musik PATROL. Kami secara bebas mengkreasikan atau arrange musik bambu tersebut. Ada bambu berukuran besar yang berfungsi sebagai bass dan kontra bass bernama bumbung, ada semacam kentongan yang bersuara tidak bernada bernama penthongan, ada juga bambu berbentuk angklung bertangga nada slendro khas Banyuwangi bernama titir, ada juga teruthuk dls. Iringan alat musik perkusi bambu tersebut juga sering dipakai mengiringi lagu-lagu gending Osing Religi yang menguatkan Iman kepada Tuhan sang pencipta di bulan puasa

Menyaksikan babak penyisihan Lomba Patrol yang telah diselenggarakan 4X di Waroeng Kemarang, saya sangat terkejut dengan adanya beberapa peserta yang sangat berani, menampilkan arransemen yang sangat sulit, jab-jab atau sinkop timpalan yang nakal, namun memiliki harmoni yang kompak dan nikmat untuk disaksikan. Timpalan dan sinkop-sinkop yang begitu rancak, sahut-sahutan angklung titir dan timpalan teruthuk dengan nada-nada perkusi tempo sangat tinggi bernilai seperenambelas bahkan bertimpalan dengan perkusi lain sampai bernilai sepertigapuluhdua, seperti getaran-getaran nada yang berdinamika dan bergerak di panggung, seperti sedang mendengarkan musik stereo dolby surround. Keren banget !

Sudah saatnya, musik Patrol bukan lagi sekedar musik penggugah saur, namun menjadi musik entertainment berkelas dunia, setingkat dengan musik yang bagi saya berkesulitan tinggi dan improvisasi bebas, yaitu JAZZ.

Bagi yang ingin menyaksikan musik PATROL Banyuwangi, masih ada 2X penampilan Babak Final Lomba Patrol 2022, yang akan menyuguhkam 5 group terbaik, pada tgl. 8 dan 9 Mei 2021, jam 20:00-21:00 wib.

Penulis: Wowok Meirianto, Founder Waroeng Kemarang Banyuwangi.

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here