Beranda Kabar Wisata Menparekraf Minta Industri dan Pelaku Ekonomi Perkuat Kolaborasi

Menparekraf Minta Industri dan Pelaku Ekonomi Perkuat Kolaborasi

0

Media9.co.id – Dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Kepulauan Ria, Jumat (22/1/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno  berkesempatan untuk mengunjungi Infinite Studio.

 Infinite Studios merupakan sebuah perusahaan hiburan media dan layanan kreatif yang terintegrasi, berbasis di Singapura dan Batam Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1997 dan telah mengembangkan bisnisnya mulai dari menyediakan layanan kreatif seperti pasca-produksi, efek visual, dan animasi hingga menciptakan konten orisinal sendiri untuk industri media digital global.

 Infinite Studios Batam, memiliki 2 studio indoor masing-masing seluas 14.000 square feet atau sekitar 1.300 meter persegi dan 30.000 square feet atau sekitar 2.787 meter persegi. Selain studio indoor, Infinite juga memiliki backlot seluas 1 hektar dengan berbagai properti pendukung. Backlot adalah sebuah istilah untuk area di belakang atau di samping studio film, yang berisi bangunan eksterior permanen untuk penampakan dan pemandangan di luar ruangan dalam pembuatan sebuah film atau produksi televisi, atau ruang untuk konstruksi pengaturan sementara.

 Di kawasan ini juga terdapat Nongsa Digital Academy yang di dalamnya terdapat apple digital academy yang mencetak tenaga-tenaga andal dalam penciptaan aplikasi dan juga startup.

 Menparekraf menyebut kawasan ini, telah menjadi kawasan ekonomi kreatif yang dapat membuka lapangan pekerjaan.

 “Kita ingin Nongsa yang dikenal akan keindahan alamnya, juga mampu mencetak tenaga kreatif kelas dunia sehingga dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Menparekraf di sela-sela kunjungannya.

 Menparekraf mengatakan  untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif butuh kolaborasi antara industri dan pelaku ekonomi kreatif. Jika ini kolaborasi ini diperkuat, tidak menutup kemungkinan produk ekonomi kreatif tanah air akan mendunia.

 Menurut Menparekraf, pemerintah tidak dia melihat peluang ini. Pemerintah akan mendorong agar pelaku ekonomi kreatif dapat terus mengembangkan diri melalui kerja sama dengan industri. Di lain sisi, industri juga ada kemudahan dan insentif yang diberikan agar dapat terus berkembang  hingga dapat membuka lapangan pekerjaan. Yang perlu diperhatikan juga adalah bakat anak muda yang perlu dilibatkan dalam memajukan sektor ekonomi kreatif tanah air.

 “Saya lihat kawasan ini bisa jadi klaster inovasi dan kolaborasi. Namun yang paling penting adalah bagaimana menciptakan meritokrasi dengan melibatkan anak-anak muda ini untuk naik kelas berdasarkan minat mereka masing-masing,” kata Menparekraf.

Dengan kreativitas digital dapat menghasilkan yang sebelumnya tenggelam menjadi bersinar. Hal itu pun pernah terjadi pada Fariz Wibisono, seorang pengrajin seni lokal asal Wonogiri. Pemuda ini, membuat wayang beber yang mulai punah. Dengan dukungan industri, dapat mengangkat potensi wayang beber dan kreasi lokal lainnya yang dikenal luas ke dunia melalui sentuhan animasi.

 “Industri animasi yang diterapkan mulai dari film kartun hingga beragam genre film layar lebar. Ini merupakan peluang usaha ekonomi kreatif yang sangat potensial untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi kreatif, serta menggerakkan ekonomi bangsa,” kata Menparekraf.

 Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga melakukan video conference dengan Owner Citramas Group dan KS Energy, Kris Wiluan; CEO of Infinite Studios, Michael Wiluan; Executive Director Nongsha Digital Park, Marco Bardelli, Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo. Selain itu, Government Affairs PT Apple Indonesia, Mirza Natadisastra; Group Director Apple Academy, Narra Dewa, serta Mahasiswa dan Mahasiswi Lulusan Apple Academy.

 Owner Citramas Group dan KS Energy, Kris Wiluan, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk dapat menciptakan ruang kreatif dan juga pendampingan bagi talenta-talenta muda. Ia menyebut generasi muda tanah air memiliki potensi besar dalam mengembangan industri kreatif tanah air.

 “Kita ingin lebih banyak industri yang bisa terlibat, kita akan terus siapkan fasilitas dan infrastrukturnya,” kata Kris.

Sementara Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo, mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan industri perfilman sebagai alat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia membandingkan Wellington di Selandia Baru sebagai rumah bagi studio bernilai jutaan dolar yang menjadi lokasi syuting film Hollywood seperti trilogi The Lord of the Rings dan juga The Hobbit.

“Tentunya kita bisa menjadikan Nongsa Digital Park seperti ‘Wellington-nya’

Indonesia. Banyak juga negara lainnya yang menggunakan film sebagai alat promosi yang dampaknya akan sangat luar biasa,” kata Suryopratomo. ( www.eljohnnews.com )

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here