Beranda Kabar Wisata Menjelang Perhelatan World Cup U-20, Pemkot Surabaya Tingkatkan Layanan Wisata

Menjelang Perhelatan World Cup U-20, Pemkot Surabaya Tingkatkan Layanan Wisata

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan meningkatkan pelayanan di sejumlah obyek wisata. Peningkatan pelayanan itu dilakukan sebagai upaya persiapan menyambut delegasi mancanegara pada perhelatan World Cup U-20.

Novelia, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariswisata Surabaya telah mengonfirmasi hal itu. Novelia mengatakan bahwa ada sejumlah obyek wisata yang akan menjadi prioritas. Antara lain, obyek wisata berupa 6 museum dibawah binaan pemkot, sejumlah spot foto yang Instagramable, dan areal pantai Kenjeran.

Selain itu, setiap Sabtu Pemkot juga akan melakukan pembenahaan pada aspek kebersihan dan penampilan atraksi hiburan gratis.

“Jadi, prinsipnya, kami tingkatkan kualitas layanan. Guide-nya itu harus semakin terampil dan ramah saat melayani pengunjung. Jam buka harus pasti,” ucap Novelia di kantor Disbudpar Surabaya, Selasa (18/2/2020).

Ia menjelaskan bahwa wisata di Taman Hiburan Pantai Kenjeran memang telah menjadi tujuan utama masyarakat Surabaya dalam hal berwisata. Ditambah, atraksi air mancur menari di Jembatan Surabaya yang juga menjadi favorit turis asing.

“Yang terkini, bahkan orang asing sudah tahu ada air mancur menari di Jembatan Suroboyo,” ucap Novelia.

Novelia mengungkapkan bahwa tak hanya obyek wisata binaan pemkot saja yang ditingkatkan pelayanannya, tetapi juga akan dilakukan pada obyek wisata yang dikelola oleh pihak ketiga atau swasta dengan  cara mendiskusikan tentang apa saja yang perlu dibenahi atau ditingkatkan terkait kondisi obyek wisatanya. Termasuk terkait promosi, pihaknya juga membuka kesempatan atau memfasilitasi pihak swasta.

“Bagi mereka (pengelola swasta obyek wisata) yang ingin promosi, bisa melalui media sosialnya Disbudpar. yang rutin itu, Museum Sampoerna dan Museum Teknoform STIKOM,” kata Novelia.

Tambahnya, melalui Facebook dan Instagram, banyak wisatawan khususnya turis asing yang banyak mengetahui informasi obyek wisata di Surabaya. Selain itu, pihaknya rutin memberi informasi terkini kepada sejumlah biro perjalanan via kapal pesiar tentang obyek wisata di Surabaya.

“Kami juga kirim update obyek wisata di Surabaya kepada The Tourism Promoting Organization for Asia Pacific Cities (TPO) tiap bulan. Selain itu juga (promosi melalui) in-flight magazine,” ungkapnya.

Berbeda dengan obyek wisata religi. Novelia mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya peningkatan dan pembenahan layanan obyek wisata religi kepada pihak pengelola. Karena, obyek wisata religi di Surabaya mayoritas berupa rumah ibadah. Ada beberapa aturan keagamaan yang tidak boleh dilanggar. (https://eljohnnews.com/)

- Advertisment -

Tinggalkan Komentar