Beranda Kabar Wisata Menikmati Sarapan Pagi dengan Latar Sunrise Indah Bukit Dagi

Menikmati Sarapan Pagi dengan Latar Sunrise Indah Bukit Dagi

0

Media9 – Mendengar kata Borobudur, yang terlintas dalam kepala adalah keajaiban yang diakui dunia. Selama berpuluh tahun, deretan stupa telah berhasil memesona ribuan pengunjung yang berwisata #DiIndonesiaAja.

Namun belum banyak yang tahu, kawasan di sekitar Candi Borobudur pun tak kalah menarik, misalnya Bukit Dagi. Pengunjung bisa memanfaatkan transportasi berupa mobil klasik dengan atap terbuka yang dikelola warga setempat, menyusuri jalan pedesaan yang dikelilingi sawah hijau.

Bukit Dagi terletak di ketinggian 275 meter diatas permukaan laut. Bukit ini memiliki hutan pinus yang memberi udara segar, serta pemandangan yang menyejukkan mata. Di sini, pengunjung bisa duduk-duduk di alam terbuka sambil menyantap menu Nasi Putri Manohara yang akan membuat perut bergejolak.

Jurnalis El John News Berkesempatan Menikmati  wisata itu saat mengikuti program Perjalanan Wisata Pengenalan Destinasi Prioritas Pasar Domestik/Nusantara’ yang diinisiasi Kemenparekraf bersama Garuda Indonesia, Minggu (29/11/2020)

Namun, protokol kesehatan ketat diterapkan yakni 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) guna memastikan segala aktivitas mereka memenuhi unsur Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kepada gerakan InDOnesia Care (I DO Care) pada lingkungan sekitar untuk #BersamaJagaIndonesia.

Agus Susanta Assistant Manager Promosi PT Taman Wisata Candi Borobudur Unit Manohara mengatakan Untuk protokol kesehatan yang diterapkan di bukit dagi selama pandemi ini di internal kami di Manohara, karyawannya diusahakan untuk sehat. Jadi sebelum bekerja dalam kondisi sehat, bahkan di cek suhu dulu. Kalau suhunya di atas 37,3 celcius, maka akan dicek ulang lagi. Kalau sampai tiga kali dicek masih 37,3 celcius, disarankan untuk ke yankes terdekat kami dan juga diperkenankan untuk tidak masuk kerja dulu.

“Kalau untuk yang normal suhunya atau tidak melebihi 37 celcius, itu tetap akan melaksanakan protap Covid-19 dengan sarana masker, jaga jarak, pakai sarung tangan, dan hand glass, hand sanitizer, untuk pelayanan kami itu tetap ditekankan setiap harinya” Ungkap Agus

Agus menambahkan, Jadi proses kunjungan wisata ke sini juga wisatawan dari luar juga kami berikan protap Covid-19. Jadi selama di kunjungan sini akan merasa aman. Dan juga tempat kami juga kami sterilkan, yang setiap hari terjamah oleh pengunjung maupun di internal kami. Dan kami di Manohara ini juga mendapat penghargaan anugerah dari menteri kesehatan, juara nomor satu nasional untuk protap Covid-19 wilayah yang kami kelola, di Manohara ini.

“Jadi untuk protap Covid-19, kami juga ada di samping untuk menginventarisir tempat lokasi kami, kami terus mengecek dari kelengkapan 2 kami, misalnya kalau pengunjung tidak

menggunakan masker, kami menyediakan masker. Sediakan hand sanitizer dan juga perlengkapan pencegahan Covid-19” Imbuh Agus

Untuk jam operasional kita tidak menerapkan seperti biasa ditengah pandemi untuk para pengunjung yang datang di area TWC dari jam 7.30 sampai dengan 12.00 Wib dan di jam 12.00 kita beri jeda untuk penyemprotan desinfektan di area candi dan setelah itu di jam 13.00 sampai 16.00 boleh melanjutkan aktivitas kembali di area candi setelah disterilkan.  Dan untuk kawasan di manohara sama kita menerapkan protokol kesehatan.

Dan selama pandemi Alhamdulillah kita tidak mengurangi karyawan yang ada walaupun kita dibatasi untuk pengunjung yang datang ke area TWC, tapi kami di tengah seperti ini kami terus berinovasi untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung di kawasan twc dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Agus Susanta menambahkan, Dan untuk para pengunjung yang datang ke borobudur dengan lebih dari 10 orang wajib menggunakan pemandu wisata lokal yang ada karena disini guna memberikan edukasi tentang protokol kesehatan yang diterapkan di kawasan candi Borobudur.

“Dan untuk para pengunjung yang suhu badannya normal dari pihak pengelola twc aja memberikan stiker warna hijau, dan apabila suhu tubuh di atas 37 derajat c  akan diberikan stiker warna merah dan kuning” tutup Agus

Di masa pendemi di harapkan masyarakat tetap jadi pahlawan di negeri sendiri dengan berwisata #DiIndonesiaAja untuk menikmati #WonderfulIndonesia serta tetap menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

( Sumber El John News )

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here