Beranda Gaya Hidup Mengunjungi Vinci, Desa yang Menginspirasi Leonardo da Vinci

Mengunjungi Vinci, Desa yang Menginspirasi Leonardo da Vinci

0

Jakarta, Kupu-kupu berterbangan di sekitar kebun zaitun berusia berabad-abad di Vinci, sebuah desa di Tuscany, Italia, tempat Leonardo da Vinci dilahirkan dan mengasah keterampilannya.

Masyarakat Vinci tengah bersiap menggelar peringatan 500 tahun wafatnya da Vinci tahun ini. Mereka mengatakan tidak banyak yang berubah dari pemandangan kebun-kebun anggur, ladang, dan anak sungai yang sering muncul dalam karya seni pelukis legendaris tersebut.

Tidak ada yang pernah menyangka kalau anak yang dibesarkan dalam keluarga sederhana dan senang bermain di luar rumah itu menciptakan lukisan selegendaris Mona Lisa dan The Last Supper.

“Seluruh unsur desa ini menjadi inspirasi karya Leonardo,” kata Roberta Barsanti, Direktur Leonardian Museum of Vinci, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (30/4).

“Dari pemandangan rumahnya dan penjuru desa, kita bisa melihat perwujudan inspirasinya dalam ‘Landscape’, lukisan perdananya pada 5 Agustus 1473,” lanjutnya.

Dilahirkan pada 15 April 1452, dari pernikahan antara seorang notaris dan gadis remaja, Leonardo dibesarkan oleh kakek dan pamannya.

Bersama mereka ia menjelajahi pedesaan di sekitarnya, mempelajari dan membuat sketsa serangga, binatang, tanaman, dan bunga.

Alam adalah memperkaya ide untuk sang penemu yang produktif dan imajinatif itu, yang merancang mesin yang dikembangkan pada berabad-abad kemudian – dari tank hingga teleskop, mesin terbang, hingga peralatan selam.

Istilah petani

Da Vinci terpesona oleh pabrik yang dibangun di sekitar Vinci dan aliran sungai yang mengalir di sekitarnya.

Master asal Tuscany, yang meninggalkan Vinci dan pindah sekitar 30 kilometer jauhnya ke kota Florence ketika masih remaja, kemudian mempelajari ilmu tentang energi dan mesin seperti yang dituangkan dalam banyak lukisannya.

Da Vinci, yang terlihat berjenggot tebal dalam lukisan yang digambarnya sendiri, juga senang mempelajari anatomi, arsitektur, musik, lukisan, dan patung.

Para ahli mengatakan ritme kehidupan Vinci menjadi inspirasi utama dalam karyanya.

“Leonardo adalah ekspresi dari suatu wilayah. Dia telah mewujudkan banyak hal tentang kawasan ini, dimulai dengan dunia petani,” kata Nicola Baronti, Presiden asosiasi Vinci nel cuore (Vinci dalam hati).

“Ketika dia menggambar penemuannya, dia menggunakan istilah yang banyak digunakan petani Vinci, dan istilah yang tersebut masih digunakan dalam perkembangan temuannya di seluruh dunia,” tambahnya.

Motif khas

Turis yang mengunjungi Vinci dapat menyusuri jalan setapak yang sering dilewatinya pada lima abad yang lalu, sembari memandangi air terjun dan kebun anggur.

Baronti, penggemar sejarah lokal, mengatakan banyak penggemar telah datang ke Vinci, termasuk penemu eksentrik yang ingin merasakan kedekatan dengan perintis Renaissance itu.

Beberapa tahun yang lalu, katanya, seorang turis asal Amerika berpakaian serba putih berkeliaran di jalan-jalan desa dan mengaku melakukan kontak dengan da Vinci, yang meninggal pada 2 Mei 1519.

Desa ini mengambil namanya dari semak tinggi yang disebut vinchio, yang ranting-rantingnya digunakan petani untuk mengikat tanaman anggur mereka.

Pola simpul yang khas di Tuscany sejak abad ke-11 adalah motif artistik yang sudah dikenal, kertas dinding yang mengelupas di gereja San Pantaleo baru-baru ini mengungkap desain kuno yang ada di bawahnya.

“Motif ini ada dalam lukisan Mona Lisa,” kata Baronti.

“Itu adalah motif yang selalu disematkannya. Ia seakan berkata ‘saya telah meninggalkan tempat itu tapi saya selalu ingat berasal dari sana’.” CNN Indonesia

Tinggalkan Komentar