Beranda Kabar Wisata Mengintip Wisata Kereta Uap PG Semboro Jember

Mengintip Wisata Kereta Uap PG Semboro Jember

0

Jember – Pabrik Gula Semboro Jember, ternyata memiliki Kereta Uap peninggalan Zaman Belanda yang masih berfungsi dan digunakan untuk mengangkut tebu dari kebun ke pabrik gula. Kereta  uap ini, menarik perhatian turis mancanegara termasuk mahasiswa luar negeri yang berkesempatan mengunjungi PG Semboro.

Seperti Mahasiswa dari beberapa Negara  yang berkesempatan mengunjungi PG semboro Jember. Mahasiswa dari  Jepang, Korea, Malaysia, Brunai Darussalam, Butan dan beberapa negara lainnya ini nampak takjub dengan masih lengkapnya sarana transportasi berupa kereta uap di PG Semboro Jember.

Mereka makin heran, karena alat transportasi itu masih digunakan untuk mengangkut tebu petani dari ladang menuju Pabrik Gula Semboro. Bahkan karena penasaran, beberapa mahasiswa juga mencoba berpetualang dengan naik kereta uap itu menyusuri kawasan kebun tebu yang berada di area PG semboro hingga menuju ke tempat Penggilingan tebu.

Kesempatan langka inipun mereka gunakan untuk berswafoto dengan teman temannya dan bertanya langsung perihal Pabrik Gula kepada Humas PG semboro.

“saya sangat teredukasi dengan keberadaan kereta uap berikut Pabrik Gula Semboro yang masih berdiri kokoh dan tetap beroperasi dengan baik meskipun usianya mencapai ratusan tahun, ini sebagai pengalaman berharga yang tak terlupakan,” tutur Paramitha salah satu mahasiswa .

Paramitha menambahkan di PG Semboro, mahasiswa juga di ajak untuk berkeliling kawasan pabrik gula, melihat proses penggilingan tebu hingga menjadi gula yang kemudian di kemas dalam zak

Humas PG Semboro, Yudho Raditio, mengaku memang banyak peninggalan Belanda yang masih digunakan di PG Semboro, seperti mesin ketel dan kereta uap. Keberadaan peninggalan zaman penjajahan Belanda itu kini dapat di jadikan edukasi terutama bagi pelajar dan mahasiswa .

Dan tak jarang setiap hari libur, banyak pelajar dan mahasiswa berkunjung ke PG Semboro untuk melihat langsung mesin ketel dan kereta uap itu.

“ bagi kami ini sangat membanggakan , meski PG Semboro bagian dari peninggalan zaman Belanda namun masih menjadi wisata alternatif pilihan mahasiswa ataupun pelajar yang ingin mengetahui secara dekat proses penggilingan tebu dari awal yakni dari kebun tebu menuju pabrik gula di  PG Semboro hingga menjadi gula,” papar Yudho. (bbg)

Tinggalkan Komentar