Beranda Kabar Wisata Melirik Potensi Wisata Kota Malang

Melirik Potensi Wisata Kota Malang

0

Malang, – Wilayah cekungan Malang sejak masa purbakala sudah menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya ┬ásungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah. Kota Malang juga memiliki dataran tinggi yang cukup sejuk.

Bahasa jawa dialek Jawa Timuran dan bahasa Madura adalah bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Dikalangan generasi muda berlaku dialek khas Malang yang disebut `boso walikan` yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, contohnya : seperti Malang menjadi Ngalam. Gaya bahasa di Malang terkenal kaku tanpa unggah ungguh sebagaimana bahasa Jawa kasar umumnya. Hal menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.

Kebanyakan pendatang adalah pedagang, pekerja dan pelajar atau mahasiswa yang tidak menetap dan dalam kurun waktu tertentu kembali ke daerah asalnya. Sebagian besar berasal dari wilayah di sekitar Kota Malang untuk golongan pedagang dan pekerja. Sedang untuk golongan pelajar atau mahasiswa banyak yang berasal dari luar daerah.

Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia, Kota Malang tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang. Pada mulanya, kawasan ini hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monument hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim disana.

Sejak masa Kolonial itu pula, Malang juga sudah di kenal sebagai kota tujuan pariwisata karena alam dan udaranya yang sejuk dengan aneka ragam wisata, selain alam yang berupa gunung dan pantai, dikembangkan pula wisata budaya seperti objek Gunung Kawi dan Tengger. Selain itu potensi perkebunan dan pertanian. Yang menjadi persoalan adalah Kota Malang. Kota Malang memiliki wisata belanja, pendidikan,arsitektur gedung dan tata kota. Kota Malang tidak memiliki wisata alam ataupun budaya. Untuk itu perlu dikembangkan kearah wisata dengan minat khusus melalui pengkajian dan penelitian. Untuk lebih menemukan pengusahaan objek dan daya tarik wisata Kota Malang diperlukan berbagai upaya yang salah satunya adalah melalui kajian akademis penelitian. ( sme )

Tinggalkan Komentar