Beranda Kabar Lainnya Melirik Petani Vanila Di Kota Tembakau

Melirik Petani Vanila Di Kota Tembakau

0

Jember – Tergiur keuntungan besar, beberapa  petani Jember kini mulai melirik budidaya tanaman vanilla, pasalnya, tanaman ini dapat tumbuh di sembarang tanah sementara hasil panen di hargai dengan nilai cukup tinggi di pasaran.

Abu Darin, petani vanila asal  Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu Jember ini salah satu petani  yang memiliki bisnis tanaman vanilla. Karena menurutnya, tanaman ini memberikan profit yang cukup besar.

Abu Darin, petani vanila asal Andongsari, Ambulu

Satu kilogram vanila basah di hargai 4 juta rupiah sedangkan kering mencapai 6 juta rupiah. Nilai yang menggiurkan ini menjadikan Abu Darin merubah haluan dari semula bercocok tanam padi dan cabe jamu ke tanaman vanilla. Satu setengah hektar lahan vanila miliknya kini dipenuhi tanaman menjalar itu.

“ masa panen vanila bisa di lakukan saat usia dua setengah tahun hingga tiga tahun, untuk  menjadikan tanaman ini tumbuh bagus memang butuh perawatan intensif meski tanaman tersebut bisa tumbuh di sembarang tanah,” imbuhnya.

Pemberian pupuk dengan campuran berbagai macam olahan vermentasi yang harus rutin di berikan selain penyiraman pada usia muda berikut mengetahui berbagai unsur yang dibutuhkan tanaman vanila dengan tepat akan menghasilan tanaman vanila dengan great premium yang banyak di cari.

Saat berbunga dibutuhkan polinasi atau mengawinkan secara manual dengan cara proses jatuhnya serbuksari dengan kepala putik.

Serbuk sari yang berada pada kepala putik tersebut akan berkecambah dan tumbuh terus menuju ke bakal buah. Pada usia dua tahun setengah hingga tiga tahun,vanila sudah dapat di panen.

“ dalam satu tanaman jika bagus dapat menghasilkan hingga satu kilogram vanila dan cara menanam vanila cukup bervariasi seperti dengan cara konvensional populasi padat ataupun populasi biasa namun harus dengan versi gantung, sehingga tanaman vanila akan tumbuh dengan baik,” papar lelaki agak tambur ini.

Abu menambahkan, ia bersama  petani vanila di Jember tidak perlu menjual panenan kepada tengkulak atau broker, karena kebanyakan dari mereka telah bergabung dalam Asosiasi Vanila Indonesia sebagai pihak yang membeli vanila petani dengan harga memadai. Vanila tersebut selanjuntnya di eksport ke beberapa negara seperti Perancis, Inggris dan Cina. (bbg)

 

Tinggalkan Komentar