Beranda Kabar Usaha Inspirasi Melatih Positive Thinking Penunjang Kesuksesan Pekerjaan

Melatih Positive Thinking Penunjang Kesuksesan Pekerjaan

0

Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, punya kata-kata mutiara yang abadi ” A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty”. Seseorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, seseorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Tak ada yang berbeda dari objek yang dihadapi si pesimis dan optimis. Yang ada hanyalah cara pandang yang berlainan. Si optimis memandangnya dengan pikiran positif sedangkan si pesimis dengan pikiran negative.

Berpikir positif tak hanya akan melahirkan prestasi berkadar baik tetapi mampu melahirkan sesuatu yang luar biasa. Bahkan satu-satunya cara untuk menghasilkan karya terbaik atau penemuan baru diawali dengan positif thinking. Tak mungkin lahir internet jika si penemu, Leonard Kleinrock, tak yakin bahwa satu komputer bisa tersambung ke komputer lainnya. Sekarang kita tahu, tanpa prakarsanya, dunia tak akan tersambung sedemikian rupa seperti sekarang karena ada internet. Tak akan lahir Facebook jika Mark Zuckerberg tak yakin bahwa saling berinterksi antar teman adalah masa depan interaksi social. Sekarang kita merasakan, betapa banyak orang yang bergantung pada website jejaring social ini.

Hanya saja, kita tak bisa sepanjang waktu berpikir positif. Pagi berpikir positif, siang pesimis lagi. Kadang kala, ketika keyakinan begitu penuh bahwa berpikir positif itu penting, selalu saja tergoda dengan pikiran-pikiran negative. Ketidak yakinan, keraguan, kurang percaya diri, kurang pengetahuan dan persiapan adalah di antara factor pengganggu yang sering memalingkan positive thingking ke negative thinking.

Memiliki positive thingking memang harus di biasakan dan dilatih terus-menerus agar suatu saat kelak akan tumbuh menjadi karakter. Tetapi bagaimana menumbuhkan kebiasaan ini? Tips berikut bisa berguna.

Afirmasi verbal setiap hari
Saat kita menghadapi suatu masalah atau peluang, ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan. Kita merasa bisa mengatasi atau melakukannya, tetapi di sisi lain ragu akan kemampuan kita. Secara teknik, sebenarnya kita sangat mampu mengerjakannya namun ketidak yakinan menarik kita pada sikap yang statis sehingga kita tak melakukan apa-apa.

Menurut sejumlah ahli, cara terbaik masalah ini adalah dengan melakukan afirmasi, yaitu mengucapkan kata-kata positif pada diri kita. Di pagi hari selepas bangun tidur, katakana pada diri kita bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan. Semacam “kamu bisa!” atau “kamu pasti bisa!” makin keras ucapan kita makin mampu memengaruhi bahwa sadar kita. Lakukan setiap hari sekitar 10 menit.

Affirmasi juga bisa dilakukan saat kita berolahraga. Ketika sedang berlari atau latihan kebugaran lain kita bisa mengatakan, “kamu kuat”, dan sebagainya.

Gunakan kata positif
Menggunakan kata-kata positif memiliki pengaruh baik. Seseorang ahli bernama Dr. Susan Jeffers mengatakan, “tak masalah apakah kita percaya pada kata-kata atau tidak, tetapi kata-kata itu memengaruhi alam bawah sadar kita.”

Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata negative, hasil negatiflah yang kita dapat. Begitu pun, jika kita selalu menggunakan kata positif hasil positif yang akan kita dapat.

Pasang gambar atau tulisannya
Mungkin tanpa kita sadari apa yang kita capai saat ini gambarnya ada di kamar atau ruangan yang kita temple belasan tahun lalu. Saat kita mendambakan mobil Merchedez Benz, foto mobil dambaan itu sudah kita oajang di pigura saat kita remaja. Ternyata sekarang kita memilikinya. Bisa juga posisi yang kita capai. Misalnya, ketika mahasiswa kita mendambakan menjadi pengusaha. Lalu tanpa sadar kita menulis “entrepreneur” di pintu kamar. Ternyata sekarang kita sudah jadi pengusaha (entrepenuer).

Karena itu, menempelkan visualisasi apa yang kita inginkan akan memberi dampak positif dalam pencapaiannya. Apa yang ingin kita raih, tempelkan gambar atau kata-katanya. Pandangi setiap ada kesempatan, bayangkan apa yang akan kita rasakan saat bisa meraihnya. Ini akan mendorong timbulnya pikiran-pikiran positif.

Penuhi sekeliling kita dengan citra positif
Penuh di sisni bukan berarti semua dinding di tempeli gambar-gambar sampai tak menyosakan ruang. Namun jangan toleransi pada visualisasi yang negative agar kita tak terdorong berpikiran negative. Tapi hiasai ruanng dengan gambaran (citra) positif. Citra positif ini bisa berupa poster kata-kata motivasi, foto inspirasi, bahkan tulisan afirmasi untuk meyakinkan diri dalam selembar kartu kecil atau kertas temple yang mudah dilihat’

Beri hiasan ruangan dengan poster atau foto-foto inspirasi yang bisa menggugah keyakinan kita atau menambah semangat. Jangan abaikan juga untuk menuliskan catatan positif yang di temple di sisi monitor komoputer atau tempat lain yang kelihatan. Sekali waktu saat kita sedang stress, tataplah, atau bacalah sehingga kita akan kembali focus pda keinginan yang sedang kita kejar.

Sering-sering ucapkan “terima kasih”
Rasa syukur akan memengaruhi pikiran kita. Ucapan “terima kasih” akan menerbitkan pikiran positif. Namun berapa kali sehari kita mengucapkan “terima kasih”? Kita bahkan mungkin lupa mengucapkan terima kasih saat jatuh lalu di tolong orang. Belum lagi sepatu kita disikat pembantu tapi tak sekali pun kita mengucapkan “terima kasih”.

Padahal makin sering berterima kasih makin terbangun pikiran positif. Karena itu, menjelang tidur ucapkan kata “terima kasih” untuk apa yang kita peroleh hari ini. Kita berterima kasih karena bisa sehat. Kita berterima kasih pada pekerjaan yang sudah bisa kita selesaikan dengan baik. Kita berterima kasih teman kita tetap baik pada kita. Dan sejumlah “terima kasih” yang lain.

Sumber : Majalah Luar Biasa

Tinggalkan Komentar