Beranda Kabar Wisata Budaya Loji Besuksat, Lokasi Wisata Tinggalan Belanda Dan Air Suci Warga Hindu

Loji Besuksat, Lokasi Wisata Tinggalan Belanda Dan Air Suci Warga Hindu

0

LUMAJANG – Loji Besuksat, di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda, yang biasanya digunakan untuk tempat beristirahat bagi para pejabat Belanda yang berkunjung memantau perkebunan kopi yang dikelola masyarakat setempat.

Intinya, saat itu Belanda menjadi mandor dan pribumi menjadi pekerja. Namun, itu dulu karena sekarang tidak lagi. Bangunan bersejarah tersebut saat masih terlihat kokoh meski jarang ditempati. Di depan bangunan tersebut yang berupa rumah terdapat taman dan gazebo yang biasanya digunakan oleh pengunjung untuk beristirahat dan melihat pemandangan gunung Semeru. Tempatnya sangat teduh dan berhawa segar.

Di sebelah barat juga terdapat wahana bermain dan taman yang cukup luas. Biasanya digunakan untuk outbond oleh para pengunjung. Di sebelahnya juga terdapat lapangan voli yang bisa dimanfaatkan untuk sarana olahraga.

Bangunan loji jaman dulu

Tak hanya itu saja, di sebelah bawah kita bisa bermain ke sana. Dengan jalanan yang menurun, kita akan menjumpai kali lahar Besuk Sat yang bermata air jernih dan segar. Bahkan di latarnya terdapat gunung Semeru berdiri dengan gagahnya. Di sekeliling sungai, pengunjung juga bisa menghabiskan waktu di antara bebatuan gunung yang besar-besar. Apalagi kalau ketika matahari terbenam, pemandangannya sangat elok.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) berkeinginan, agar potensi wisata di Loji Besuksat akan dikembangkan lagi, sehingga lebih bisa menarik wisatawan dari dalam maupun luar daerah untuk berkunjung.

“Kami sudah melakukan perbaikan, sebab disitu ada sejumlah potensi wisata yang ada, di antaranya Pendopo Bunda Ratu Semeru Watu Klosot, Pura Patirtan Watu Klosot, dan Loji Besuksat Desa Pasrujambe. Jadi, saya ingin agar pengelolaannya lebih dioptimalkan lagi ke depannya,” ujar dia saat peninjauan potensi wisata Loji, waktu itu.

Cak Thoriq juga menyampaikan, bahwa peninjauan tersebut bertujuan untuk memantau dan melihat secara langsung kondisi potensi wisata yang ada di wilayah, baik dari segi infrastruktur maupun akses jalan.

Lanjut dia, adapun lokasi yang dikunjungi bersama jajarannya tersebut yang pertama adalah Pendopo Bunda Ratu Semeru Watu Klosot, kemudian ke Pura Patirtan Watu Klosot, dan tujuan terakhir adalah ke Loji Besuksat Desa Pasrujambe.

Menurut Cak Thoriq, Watu Klosot merupakan kawasan wisata religi yang memiliki mata air yang dianggap penting bagi masyarakat Bali, karena sumber mata air tersebut dikeramatkan dan dianggap sebagai air suci bagi Umat Hindu. Dahulu mata air tersebut keluar dari celah bebatuan, namun saat ini kondisinya tertimbun oleh pasir lahar Semeru.

“Watu Klosot di desa Pasrujambe yang bagi masyarakat Bali di sini adalah sumber mata air suci. Namun kondisinya sekarang tertimbun pasir lahar Semeru sehingga alirannya kecil. Saat ini, kami sedang ikhtiar supaya air suci dari sumber mata air Watu Klosot ini bisa kembali muncul dari titik sumber mata air disela-sela batu. Dan, ini memang tidak mudah, karena apabila memasukkan alat berat menuju lokasi agak susah,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lumajang juga berterima kasih kepada Gubernur Bali, karena perhatiannya sekian waktu bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam membangun daerah. tik/afu/riz

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here