Beranda Kabar Terkini Kepala Daerah Sepakat Wisata TNBTS Dibuka, Tapi Menunggu Instruksi Pusat

Kepala Daerah Sepakat Wisata TNBTS Dibuka, Tapi Menunggu Instruksi Pusat

0

LUMAJANG – Dalam hal pembukaan tempat wisata di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sejumlah Kepala Daerah berdiskusi membahas rencana tersebut, menyusul rencana penerapan tata kenormalan baru atau new normal pada sektor wisata.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) bersama Bupati Malang, Bupati Probolinggo dan Bupati Pasuruan berdiskusi membahas rencana tersebut. Namun terkait kapan dibukanya kembali, kata Cak Thoriq, para Kepala Daerah masih menunggu keputusan resmi dari pusat.

Memang dari hasil pembahasan rapat, nantinya TNBTS akan kembali dibuka, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat.

“Kami sudah berbincang dengan Pak Dirjen tentang pembahasan perencanaan new normal untuk pembukaan wisata yang ada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” jelas Cak Thoriq, usai mengikuti Rapat Koordinasi di Balai Besar TNBTS, Malang.

Pada prinsipnya, dikatakan politisi PKB ini, semua Kepala Daerah sepakat dibuka kecuali pendakian ke Gunung Semeru. Namun dengan catatan mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

“Semua harus mengikuti semua mekanisme, aturan dan cara-caranya,” tegas Bupati Lumajang.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang telah menandatangani Memorandum of Undarstanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan TNBTS, yang bertempat di Ruang Mahameru kantor Bupati Lumajang, Jumat (19/6) lalu.

Dalam kerjasama tersebut berisi tentang perjanjian penguatan fungsi kawasan TNBTS melalui program pengembangan wisata alam di Seksi PTN Wilayah III Bidang PTN Wilayah II Lumajang.

Saat penandatanganan MoU tersebut, Cak Thoriq menyampaikan, bahwa upaya saat ini merupakan sejarah bagi Pemkab Lumajang dalam mengoptimalkan seluruh potensi unggulan di Kabupaten Lumajang, karena tugas Pemkab Lumajang saat ini adalah untuk melakukan pengembangan akses dan infrastruktur.

Pemkab Lumajang berharap terus didampingi oleh TNBTS, sehingga ke depan pengembangan akses dan infrastruktur betul-betul sesuai dengan harapan kita bersama, tidak mengganggu lingkungan, justru harapannya bisa lebih memperbaiki lingkungan.

Selain itu, disampaikan Cak Thoriq waktu itu, bahwa tugas Pemkab Lumajang berikutnya adalah penguatan sumber daya manusia yang ada dipersekitaran TNBTS. Masyarakat harus menjadi bagian dari keberkahan TNBTS. Dan, itu yang akan dioptimalkan, sehingga ke depan TNBTS tidak hanya menjaga alam, tetapi juga bisa bersama-sama dengan Pemkab Lumajang untuk meningkatkan kualitas SDM dipersekitaran TNBTS.

Sementara itu, Kepala TNBTS, John Kenedie menjelaskan bahwa pembukaan wisata di sekitar TNBTS dibuka secara bertahap berdasarkan carriying capacity atau daya dukung. Hal ini karena mempertimbangkan faktor keselamatan wisatawan sehingga jumlah wisatawan nantinya akan dibatasi.

“TNBTS ini sesuai arahan Pak Dirjen kami akan membukanya secara bertahap berdasarkan carrying capacity atau daya dukung, kita buka 10-30 persen kalau nanti baik kita naikkan 40 maksimal 50 persen,” terangnya.

Lebih lanjut, John Kenedie mencontohkan bahwa di Bromo jika carrying capacity disepakati 20 persen maka wisatawan yang boleh berkunjung hanya 739 orang. Wisatawan yang berkunjung juga hanya boleh berasal dari zona hijau dan zona kuning.

“Carrying capacity kita kalau di Bromo, tadi disepakati 20% hanya 739, ini pun yang boleh hanya pada zona kuning dan hijau, kalau ada zona orange menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas,” jelasnya.

John Kenedie menegaskan pula, bahwa dalam rangka mengembangkan wisata yang ada di Kabupaten Lumajang, khususnya wisata pendakian ke Gunung Semeru, pihaknya sangat mendukung dan siap untuk membantu mengembangkan wisata alam yang ada di persekitaran Gunung Semeru.

Lanjut dia, mengenai TNBTS yang selama ini orang awalnya mengetahui hanya wisata alam ke Bromo, karena wisatawan yang ke bromo mencapai ribuan, sementara wisatawan yang ke Semeru hanya 600 pendakian per harinya.

“Kita pinginnya wisatawan-wisatawan lokal maupun mancanegara ke depannya selain melihat Bromo mampirlah ke Gunung Semeru dan Ranupani. Kita mohon minta bantuan ke Pemkab Lumajang dalam mengembangkan wisata alam, khususnya di daerah Ranupani dan sekitaran pendakian Gunung Semeru,” ungkap dia.

Kepala TNBTS berharap, setelah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut, ke depan Pemkab Lumajang harus secepatnya mempersiapkan untuk membangun wisata alam yang ada di kawasan Desa Ranupani. Karena, dengan begitu, maka ke depan wisatawan-wisatawan lokal maupun mancanegara yang ke Bromo akan mampir ke Ranupani. adv/afu

Keterangan foto : Cak Thoriq menandatangani kerjasama dengan TNBTS

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here