Beranda Kabar Terkini Kemenparekraf Targetkan Akhir Tahun 6606 Pelaku Parekraf Tersertifikasi “InDonesiaCARE”

Kemenparekraf Targetkan Akhir Tahun 6606 Pelaku Parekraf Tersertifikasi “InDonesiaCARE”

0

Keseriusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dalam melindungi sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19 tidak diragukan lagi. Hal itu dibuktikan Kemenparekraf,  dengan melakukan sertifikasi Indonesia Care kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Indonesia care merupakan slogan kampanye untuk mengimplementasikan  protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Stabilitas). Kampanye ini telah diluncurkan  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Wishnutama Kusubandio pada Juli 2020. Setelah diluncurkan Kemenparekraf langsung menggenjot kampanye ini dengan  melakukan sertifikasi Indonesia Care di 34 provinsi.

Kemenparekarf menargetkan hingga akhir tahun, sudah ada 6.606  pelaku usaha parekraf yang memperoleh sertifikasi “Indonesia Care” dengan komitmen kuat menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE. Pelaku parekraf itu, di antaranya terdiri dari hotel, restoran UMKM  souvenir dan pelaku usaha pariwisata lainnya.

Wishnutama mengaakan dari target 6.606 pelaku usaha yang tersertifikasi hingga akhir tahun ini, telah dilakukan proses audit kepada 3.728 pelaku usaha. Proses audit dilakukan dengan menggandeng lembaga sertifikasi yang menilai secara independen penerapan standar CHSE.

“Hasil penilaian tersebut yang menjadi dasar pemberian labeling InDOnesiaCARE bagi setiap usaha pariwisata yang telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik sehingga tercipta rasa aman berkunjung,” kata Wishnutama Kusubandio.

Hasilnya, banyak pelaku usaha pariwisata yang telah lolos audit dan berhak mendapatkan sertifikasi Indonesia Care. Seperti di Bali, sebanyak 666 pelaku usaha sudah selesai disertifikasi secara gratis. Terdiri dari 313 hotel dan 353 restoran, dari 1.000 target pendaftar.

Dari hasil audit, juga masih ada hotel/restoran dan pelaku usaha pariwisata lainnya yang belum memenuhi standarisasi protokol kesehatan CHSE, sehingga kemudian dilakukan pembinaan.

“Saya, bersama Kemenparekraf/Baparekraf nantinya juga akan melakukan inspeksi dan pengawasan di lapangan,” kata Wishnutama.

Wishnutama mengatakan, pariwisata merupakan bisnis kepercayaan dan bisnis pengalaman. Tantangan di tengah pandemi ini adalah membuat konsumen bisa percaya bahwa destinasi usaha dan pekerja pariwisata bisa menyediakan produk dan layanan yang aman. Memberikan pengalaman yang nyata sehingga konsumen bisa memberikan testimoni kepada konsumen-konsumen lainnya bahwa pariwisata Indonesia aman.

Diperlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta industri agar penerapan sertifikasi ini dapat dilaksanakan dengan efisien dan efektif.

“Sertifikasi CHSE gratis secara nasional ini terus kami lanjutkan pada 2021 dengan berbagai stimulus bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar sektor parekraf dapat segera bangkit,” kata Wishnutama.

Informasi lebih lanjut tentang program sertifikasi CHSE gratis dari Kemenparekraf/Baparekraf bagi pemilik atau pengelola usaha pariwisata dan destinasi pariwisata dapat diakses melalui website resmi chse.kemenparekraf.go.id. ( Sumber: El John News )

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here