Beranda Suara Konsumen Keluhkan Pelayanan PLN, Warga Jember Ini Ancam Lapor Ke DPR RI

Keluhkan Pelayanan PLN, Warga Jember Ini Ancam Lapor Ke DPR RI

0

JEMBER – Seorang warga Jember Martin Rachmanto merasa dirugikan terkait penghitungan biaya listrik PLN dirumahnya, Senin (2/12/2019). Warga yang tinggal di Perumahan Pondok Bedadung Indah Kebonsari Blok X-1, kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari ini mengaku terpaksa membayar denda tagihan listrik hingga Rp 2 juta lebih, disebabkan menyusul adanya perubahan daya listrik dirumahnya yang secara tiba tiba.

Martin menjelaskan, denda tersebut ia tanggung setelah PLN menilai dirinya telah mencuri listrik diluar daya saluran listrik yang ada dirumahnya.

“Daya listirik di rumah sebesar 900 Watt. Tetapi tiba tiba kemampuan konsumsi daya listrik menjadi 2.200 watt, saya juga tidak merasa mengajukan atau menaikkan dayanya secar sengaja,” kata Martin saat dikonfirmasi wartawan.

Perubahan daya ini, lanjut Martin, diduga alat pembatas daya PLN yang seharusnya 6 ampere tiba tiba berubah menjadi 12 ampere.

“Saya sebagai konsumen sudah beberaap kali mengadukan ini ke petugas pencatat meteran PLN dan petugas penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL),” sambungnya.

Dari petugas pencatat meter, Martin pun disarankan melapor ke PLN. Sedangkan dari petugas P2TL menjelaskan bahwa kabel saluran yang ada dimasing-masing titik lampu rumah terlampu kecil. Harus dirubah ke ukuran yang lebih besar agar saluran listrik lancar tidak panas tanpa hambatan sehingga tidak berpengaruh pada biaya meter.

Namun Martin merasa jawaban tersebut tidak memuaskan dan tidak sedikitpun mewakili PLN, terlebih lagi dirinya sebelumnya tidak ada kendala terkait aliran listrik di rumahnya.

“Sehingga jika dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian baik, saya akan melaporkan hal ini, dan membuat surat ke komisi VII DPR-RI. Agar nantinya komisi VII dapat memanggil dan meninjau kembali sistem kerja di perusahaan plat merah ini,” tegasnya

Menyikapi hal tersebut, saat wartawan meminta klarifikasi dari Kantor PLN UP3, Sani Alfian Manajer bagian Transaksi Energi PLN UP III Jember menjelaskan, bahwa untuk tagihan PLN bertindak berdasarkan temuan yang terjadi dilapangan. Kemudian temuan yang ada langsung dituangkan  dalam berita acara.

Adapun menurut Sani , saat pelaksanaan pemeriksaan oleh PLN berlangsung, itu disaksikan oleh pelanggan. “Saat itu pelanggan kami menerima hasil temuan dalam berita acara dan menandatanganinya tanpa paksaan,” katanya.

Seharusnya, lanjut Sani, jika kemudian pelanggan merasa keberatan atas temuan tersebut, pelanggan diperkenankan untuk meyampaikan keberatan. “Dari situ PLN akan menerjunkan petugas (Tim keberatan) untuk melakukan peninjauan  ulang, tidak serta merta menyalahkan pelanggan dengan temuan yang ada,” ulasnya.

“Dari peninjauan tersebut hasilnya bisa berubah, kami pun tidak serta merta main hakim sendiri,” imbuhnya.

Lebih jauh Sani menambahkan, bagi masyarakat yang merasakan hal serupa semua ada mekanismenya di PLN. “PLN tidak serta merta langsung melayangkan tagihan yang sedemikian rupa kepada pelanggan,” tandasnya. ( atta )

Tinggalkan Komentar