Beranda Kabar Terkini Kebiasaan Mager Saat Pandemi Ternyata Dapat Membuat Tubuh Rugi

Kebiasaan Mager Saat Pandemi Ternyata Dapat Membuat Tubuh Rugi

0
Foto : winnetnews.com

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat menghabiskan banyak waktu di rumah saja demi menghindari penyebaran virus corona. Hal tersebut dapat menjadikan tubuh terbiasa malas untuk bergerak (mager) atau disebut juga gaya hidup sedentari. Pada kondisi ini, tubuh hanya melakukan aktivitas santai, seperti duduk dan rebahan.

Hal tersebut ternyata bisa meningkatkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis akibat pergerakan fisik yang sangat minim, terlebih pada perempuan paruh baya (middle age woman).

Aktivitas santai atau gaya hidup sedentari itu semakin berkembang pada masyarakat modern. Masyarakat modern menerapkan gaya hidup sedentari selama enam hingga delapan jam setiap hari. Bahkan, pada kelompok usia dewasa dan paruh baya, durasinya meningkat menjadi delapan hingga sepuluh jam.

Dampak buruk lainnya dari kebiasaan malas bergerak dan melakukan aktivitas fisik bukan hanya meningkatkan risiko osteoporosis, melainkan juga berisiko melemahkan imunitas tubuh.

Seperti diketahui, aktivitas fisik, misalnya berolahraga, diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh sehingga seseorang tidak mudah terserang penyakit, terlebih pada situasi pandemi seperti saat ini.

Dikutip dari laman Health, David Nieman  menjelaskan bahwa kontraksi otot saat melakukan aktivitas fisik akan meningkatkan aliran darah dan getah bening ke seluruh tubuh. Aliran tersebut turut serta membawa sel-sel kekebalan tubuh yang biasanya terpusat pada organ dan jaringan limfoid.

Melihat dampak serius yang mungkin ditimbulkan, sudah sepatutnya untuk mulai meninggalkan kebiasaan mager saat pandemi. Hal tersebut bisa dimulai dengan memperbanyak aktivitas fisik ringan, mulai dari melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu dan mencuci, hingga berolahraga, seperti berjalan santai atau yoga.

Selain aktivitas fisik, tetap jaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan minum vitamin, serta istirahat yang cukup.

(i)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here