Beranda Kabar Wisata Kawah Ijen Masuk Urutan Destinasi Eco Tourism

Kawah Ijen Masuk Urutan Destinasi Eco Tourism

0

Media9 – Kemana biasanya Anda menghabiskan masa liburan? Apakah Anda pecinta wisata kuliner? Atau Anda lebih senang bermain air sambil berlarian di sepanjang bibir pantai? Atau mungkin sekedar nongkrong di cafe bersama teman-teman? Kegiatan seperti ini memang sangat menyenangkan dan umum dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita. Namun sesekali cobalah untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Jelajah destinasi Eco Tourism misalnya.

Istilah Ecotourism atau Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan di mana wisata ini lebih mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Tentu hal ini akan menjadi liburan yang sangat menyenangkan. Baik itu ketika Anda solo traveling, pergi dengan teman-teman, atau bahkan bersama keluarga dan anak-anak. Karena Ekowisata ini juga berperan sebagai aspek pembelajaran dan Pendidikan yang tentu saja sangat bagus untuk memperluas wawasan anak-anak tentang alam sekitar.

Berikut 8 Destinasi Eco Tourism yang bisa Anda kunjungi untuk mengisi liburan agar lebih dekat dengan alam.

Sumber Foto : www.kompas.com

1 Langkat, Sumatera UtaraTangkahan

Tangkahan merupakan salah satu ekowisata yang berada di desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Wisata dengan luas area sekitar 17.000 hektar ini, berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Wisata yang terkenal hingga ke mancanegara ini, terutama Eropa dan Australia, merupakan salah satu andalan Pariwisata Sumatera Utara selain Danau Toba, Bukit Lawang dan Berastagi. Mungkin Anda akan bertanya, “apa yang membuatnya begitu menarik?”

Mendapat julukan sebagai The Hidden Paradise of Sumatera, tentu membuat rasa penasaran setiap orang yang mendengar nama wisata ini yang mungkin belum begitu familiar bagi sebagian orang. Wisata Tangkahan itu sendiri dulunya adalah lokasi pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Leuser. Kemudian salah satu Lembaga non pemerintah FFI (Flora Fauna International), berinisiasi melakukan pelestarian hutan dengan melakukan patroli hutan secara partisipatif. Untuk melengkapi kegiatan tersebut, didatangkanlah beberapa ekor Gajah dari Aceh sebagai kendaraan patroli.

Singkat cerita pada tahun 2001, masyarakat melakukan musyawarah guna menghentikan pembalakan liar sekaligus mencari cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sejak saat itu, Tangkahan dilestarikan sebagai ekowisata yang mana tidak ada lagi penebangan hutan secara liar, dan masyarakat diedukasi untuk mengembangkannya sebagai tempat wisata yang kemudian memberi manfaat bagi perekonomian penduduk setempat.

Apabila Anda berkunjung ke Wisata Tangkahan ini, hal utama yang bisa Anda lakukan adalah berkenalan langsung dengan Gajah-gajah yang tinggal di alam bebas. Anda juga bisa menungganginya seraya menjelajah hutan serta memandikannya di sungai. Tapi tentu saja hal ini harus Anda lakukan bersama Mahout (Pawang Gajah). Jika Anda pergi bersama keluarga dan membawa anak-anak, tentu hal ini sekaligus bisa mengedukasi mereka tentang kehidupan hutan serta mengenal Gajah lebih dekat.

Selain itu, Anda juga bisa menyusuri sungai menggunakan ban (River Tubing). Anda bisa melakukan River Tubing hingga mencapai ke air terjun tangkahan di Sungai Salak. Air terjun dengan lebar sekitar 5 meter dan tinggi mencapai 4 meter ini memiliki kolam di bawahnya sehingga Anda bisa berenang atau melompat dari tebing jatuhnya air terjun.

Selanjutnya yang menjadi tujuan utama para turis menyambangi tempat ini, yang rata-rata berasal dari kota-kota besar adalah karena tempat ini sangat cocok untuk menyepi dan menyendiri. Penginapan yang dibangun di tengah hutan lebat serta sungai yang mengalir, menjadikan suasana tempat ini sangat cocok sebagai tempat “melarikan diri” dari penatnya kehidupan kota. Karena di sepanjang malam tidur Anda hanya akan ditemani suara merdu perpaduan irama air yang mengalir dengan gesekan dedaunan yang diterpa angin serta suara fauna yang sesekali saling sahut-menyahut.

Untuk menuju wisata ini, Anda hanya menempuhnya dengan jalur darat. Jika kebetulan Anda sedang liburan di Bukit Lawang, maka bisa menggunakan Sepeda Motor, Mobil atau Bus. Jika Anda menggunakan Sepeda Motor atau Mobil Pribadi, maka Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk sampai di lokasi. Namun jika menggunakan Bus umum, tentu akan memakan waktu sedikit lebih lama, sekitar 5 jam perjalanan.

Sumber Foto : Instagram.com/wisatalagoibintan

2 Bintan, Kepulauan RiauHutan Mangrove Sungai Sebong

Pernah menjelajah Hutan Mangrove? Jika Anda termasuk orang-orang dengan jiwa petualang, tentu pernah melakukan hal ini. Jika belum, setidaknya di Bucked List Anda pasti tertulis rencana menjelajah hutan yang identik dengan perairan. Atau jika Anda belum merencanakannya, Hutan Mangrove Sungai Sebong yang terletak di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, bisa menjadi salah satu alternatif terbaik untuk Anda jelajahi.

Hutan yang tepatnya berada di Sungai Sebong yang membelah kawasan kampung Lagoi serta Desa Sebong Lagoi ini menjadi Kawasan Ekowisata Terbaik Asia Pasifik. Penghargaan ini diraih pada tahun 2003. Yang mana Bintan Mangrove Discovery Tours dianugerahi penghargaan emas PATA (Pacific Asia Travel Association) untuk proyek Ekowisata.

Untuk mencapai lokasi tersebut, cukup mudah. Namun untuk pertama kali Anda disarankan memakai pemandu yang nantinya akan menemani perjalanan Anda selama menjelajah. Untuk pengalaman yang cukup mendebarkan dan sedikit memacu adrenalin, Anda akan diarahkan memakai speedboat untuk menjelajah kawasan hutan dengan tiga Zona perairan ini, Asin, Payau dan Tawar,

Rute pertama, Anda akan dibawa ke Zona Asin tempat beradanya dapur arang yang dulunya digunakan penduduk setempat untuk menghasilkan arang dengan bahan dasar kayu Mangrove. Namun pada akhirnya kegiatan ini dihentikan karena dianggap merusak ekosistem di sana.

Dapur arang ini tampak kurang lebih seperti bangunan iglo yang digunakan sebagai hunian oleh orang-orang Eskimo di Kutub Utara. Namun Anda hanya dapat melihat bangunan ini dari Speedboat saja dan tidak diperkenankan masuk karena menurut info yang beredar, bahwa dapur arang ini sudah menjadi sarang ular karena terlalu lama ditinggalkan dan tentu saja jika Anda nekad untuk masuk, dikhawatirkan dapat membahayakan.

Setelah melalui Zona Asin, Anda akan dibawa melewati Zona Payau. Di sini Anda bisa melihat pemandangan bekas kapal pengangkut pasir yang terletak tepatnya di tepian Sungai Sebong. Kapal tersebut dulunya digunakan sebagai alat pengangkut pasir dari Pulau Bintan ke Singapura.

Tepat di Zona Payau ini Anda juga akan melihat beberapa penghuni Hutan Mangrove ini, yang tak lain adalah Monyet, Sarang Lebah, Berang-berang serta juga Ular yang biasanya berkeliaran di batang pepohonan.

Tapi tidak perlu khawatir bagi Anda yang tidak suka berpetualang menggunakan Speedboat. Anda masih bisa menjelajah Hutan Mangrove ini dengan berjalan kaki, karena sudah dibangun jembatan-jembatan yang khusus dibuat untuk wisatawan yang ingin menelusuri hutan sambil mengabadikan beberapa gambar di sepanjang jalan yang berhias dedaunan rimbun pepohonan di kiri-kanan jembatan.

Satu hal lagi yang mengharuskan Anda untuk selalu berhati-hati ketika menjelajah hutan yang juga sebagai penghasil kayu jati ini, di sini sangat banyak ditemui buah bintaro atau masyarakat setempat sering menyebutnya pong-pong yaitu buah beracun. Jadi sebelum mengambil sesuatu, pastikan untuk bertanya terlebih dahulu kepada pemandu.

sumber foto : penginapan.net

3 Kerinci, JambiPerkebunan Teh Kayu Aro

Anda pasti tahu bahwa Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Teh bisa ditemukan hampir di semua negara. Terlebih saat ini beberapa jenis Teh juga diklaim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Tapi tahukah Anda bahwa salah satu teh hitam dengan kualitas terbaik di dunia ternyata berasal dari Indonesia? Yup, lebih tepatnya berasal dari Perkebunan Teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Perkebunan Teh yang didirikan oleh Perusahaan Belanda bernama Namlodee Venotchaat Handle Verininging Amsterdam sejak 1925 adalah salah satu Ekowisata yang lebih terkenal di negara-negara eropa dari pada negaranya sendiri, Indonesia.

Perkebunan Teh terluas di dunia ini, dalam satu tahun dapat menghasilkan 5.500 ton Teh hitam. Namun Teh dengan kualitas Premium (Grade Tertinggi) tidak dijual di dalam negeri melainkan diekspor ke negara-negara Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara. Bahkan untuk menjaga kualitas Teh, para pekerja di sana dilarang memakai kosmetik saat mengolah daun teh tersebut. Jadi tidak heran ya jika Teh ini menjadi favorit Ratu Inggris dan Ratu Belanda.

Selain menghasilkan Teh dengan kualitas premium, Perkebunan Teh tertinggi nomor dua di dunia, yang berada pada ketinggian 1600 mdpl ini juga menyuguhkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Hamparan Perkebunan Teh bak permadani yang membentang sejauh mata memandang. Angin yang sejuk serta udara segar minim polusi tentu sangat cocok bagi Anda yang ingin menghabiskan masa liburan tanpa kebisingan hiruk pikuk perkotaan serta udara yang tercemar.

Anda tidak perlu khawatir soal view yang ditawarkan, di manapun Anda memilih penginapan, pemilik tempat pasti sudah memperhitungkan view yang tidak akan mengecewakan mata Anda. Salah satu view yang paling menarik perhatian serta menjadi ikon dari Kabupaten Kerinci itu sendiri tentunya adalah pemandangan puncak Gunung Api aktif tertinggi di Indonesia. Anda bisa menyaksikannya dari jarak yang cukup dekat, karena Perkebunan Teh tertua di Indonesia itu sendiri terhampar di kaki Gunung Kerinci.

Aktifitas yang bisa Anda lakukan selama liburan di sini tentu sangat banyak, terlebih perkebunan ini di kelilingi oleh berbagai wisata alam serta wisata buatan lainnya yang sangat menarik untuk dikunjungi, namun jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengunjungi semua wisata tersebut, Anda cukup berjalan keluar menyusuri lorong-lorong Perkebunan Teh seraya memanfaatkan kamera yang Anda bawa untuk mengambil gambar dengan berbagai view yang akan menambah koleksi galeri media sosial Anda. Atau bahkan Anda juga bisa mendatangi serta melihat langsung para pekerja yang sedang memetik Teh dan Anda pun boleh mencoba memetiknya sendiri bersama para pekerja.

Atau jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang proses pengolahan Teh, Anda bisa datang langsung ke pabrik pengolahannya. Di sana Anda dapat menyaksikan proses pengolahan Teh mulai dari proses pemetikan hingga pelayuan. Anda juga bisa melihat bangaimana Teh dikeringkan dan setelah itu diangkut menuju ke tempat penggilingan. Proses fermentasi sampai proses pembuatan bubuk Teh tentunya juga sangat menarik untuk disaksikan, dan jika beruntung, Anda bisa melihat pekerja yang sedang memisahkan bubuk teh berdasarkan kualitas.

sumber foto : inanews.com

4 Lebak, BantenSuku Baduy

Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Suku Baduy. Ya, Urang Kanekes atau Orang Kanekes yang lebih dikenal dengan sebutan Orang Baduy merupakan kelompok etnis masyarakat adat suku Banten di wilayah Kabupaten LebakBanten.

Nama “Baduy” itu sendiri merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut. Berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang kehidupannya berpindah-pindah (Nomaden). Kemungkinan lainnya adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang terletak di bagian utara dari wilayah tersebut.

Saat ini, Wisata Suku Baduy menjadi sebuah alternatif bagi para Backpacker yang ingin berwisata sambil mengenal lebih dekat kehidupan Suku yang populasinya hanya sekitar 26.000 orang tersebut.

Namun sebelum berkunjung ke Baduy, pastikan Anda benar-benar memiliki jiwa petualang serta terbiasa berbaur dengan suasana hutan. Karena untuk mencapai tempat tersebut, Anda harus melakukan semuanya dengan berjalan kaki. Tidak ada akses kendaraan bermotor. Jadi pastikan menyiapkan tenaga untuk menempuh perjalanan berkilo-kilo meter.

Pastikan juga Anda membawa bahan-bahan logistik yang memadai, seperti beras, mie instan, atau karbo lainnya yang bisa menopang tenaga Anda selama berada di sana hingga perjalanan kembali ke rumah. Karena ketika sampai di perkampungan Suku Baduy, Anda tidak akan menemukan satu pun warung atau toko kelontong yang menjual bahan makanan. Suku Baduy sendiri biasanya membeli semua peralatan makanan mereka di Desa Ciboleger, desa terakhir sebelum masuk ke perkampungan Baduy Luar.

Perlengkapan yang harus Anda siapkan ketika melakukan perjalanan menelusuri perkampungan Baduy lebih kurang sama seperti perlengkapan yang dibawa ketika mendaki gunung. Jangan lupa untuk membawa senter, karena di perkampungan Suku Baduy tidak ada listrik. Serta persiapakan juga Sleeping Bag jika Anda tidak mau mencicipi udara dingin pada malam hari.

Jika Anda menyempatkan perjalanan ke perkampungan Baduy Dalam, pastikan Anda mengetahui secara pasti larangan apa saja yang berlaku di perkampungan mereka. Karena Baduy Dalam masih menutup diri dari pengaruh dunia luar dan secara ketat menjaga cara hidup mereka yang tradisional. Selama berada di perkampungan Baduy Dalam, pastikan Anda tidak mengeluarkan kamera dan barang-barang elektronik lainnya. Cukup nikmati saja semuanya dengan lensa mata dan menyimpannya dalam memori ingatan tanpa harus mengabadikan dengan kamera.

Bagi Anda yang tidak terbiasa dengan kehidupan serba tradisional di alam, tentu akan sedikit kesulitan dalam hal mandi hingga buang air. Karena untuk semua kegiatan tersebut, umumnya masyarakat Baduy Dalam melakukan semuanya di sungai. Untuk MCK/Toilet hanya ada di perkampungan Baduy Luar.

Soal Bahasa jika ingin berkomunikasi dengan mereka, Anda tidak perlu khawatir, karena mereka juga fasih berbahasa Indonesia, meski sehari-hari mereka menggunakan Bahasa Sunda.

Yang tidak kalah pentingnya ketika Anda berkunjung ke perkampungan Suku Baduy adalah, sebelum pulang usahakan untuk membeli beberapa souvenir dari mereka. Selain sebagai kenang-kenangan untuk Anda, tentu hal ini juga akan membantu perekonomian mereka.

sumber foto : indonesia.travlr.com

5 YogyakartaDesa Wisata Tembi

Ekowisata lainnya yang tidak kalah menarik adalah Desa Wisata Tembi. Berlokasi di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Tembi ini merupakan kawasan kampung kerajinan GMT (Gabusan-Manding–Tembi) yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada 31 Agusutus 2007.

Di sini, setiap bulannya digelar kegiatan rutin berupa pertunjukan tarian nasional dari berbagai daerah di Indonesia, pertunjukan wayang, pameran seni rupa, musik, pertunjukan seni baca puisi, workshop, diskusi, dan seminar. Pada kegiatan ini juga akan memperkenalkan budaya Jawa kepada pengunjung dengan menyelenggarakan kegiatan tradisional seperti membajak sawah dengan sapi, membatik, berlatih gamelan, permainan anak-anak, dan lain-lain.

Pada masa lalu, Dusun Tembi merupakan tempat abdi dalem katemben yang tugasnya menyusui anak-anak dari kerabat raja. Barangkali, itulah sebabnya desa ini disebut Desa Tembi. Berkat latar belakang itu pula, hingga sekarang masih saja ada semacam kepercayaan bahwa dengan berkunjung ke Tembi, seseorang bisa mendapatkan kemuliaan bak keluarga raja tempo dulu.

Ketika Anda berkunjung dan berencana menghabiskan waktu selama beberapa hari di Desa Tembi, Anda bisa menyewa homestay yang bernuansa pedesaan serta Anda juga bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti orang-orang yang hidup di pedesaan, mulai dari bertani, memancing dan sebagainya.

Di Desa Tembi ini juga tersedia Museum Rumah Budaya Tembi (Tembi House of Culture) sebagai tempat menyimpan dokumentasi sekaligus informasi tentang sejarah dan budaya Jawa. Bangunan yang dirancang dengan arsitektur Jawa ini, memiliki koleksi yang cukup variatif, yaitu, peralatan tradisional masyarakat jawa seperti peralatan dapur (tungku, dandang), persenjataan masyarakat jawa (keris, tombak), peralatan untuk bertani (bajak), peralatan seni (gamelan, batik). Tak ketinggalan pula koleksi peninggalan berupa foto-foto jaman dahulu, poster kuno, sepeda maupun sepeda motor kuno, bahkan perpustakaannya memiliki koleksi naskah hingga mencapai kurang lebih 5000 naskah.

Fasilitas lain yang tersedia di Museum Rumah Budaya Tembi diantaranya terdapat ruang pameran, meeting room, tempat penginapan, restauran, kolam renang, dan pendopo yang lengkap dengan satu set gamelan.

Di sini jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang informasi mengenai Rumah Budaya Tembi, pengelola setempat juga menyediakan jasa guide yang akan siap memandu dan juga menjawab setiap pertanyaan tentang Rumah Budaya Tembi ini.

Berita baiknya adalah, untuk mengunjungi museum ini, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis. Karena pendanaan museum ini diambil dari dana pribadi pemilik museum dan para kolektor yang menitipkan koleksinya di museum tersebut.

Sumber dana lainnya juga didapat dari restaurant, penyewaan homestay, meeting room, galeri, serta Pendopo juga disewakan untuk acara-acara khusus seperti ulang tahun dan pernikahan.

sumber foto : pinterest.com

6 Jawa TimurKawah Ijen

Pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda ketika mendengar nama Gunung Ijen. Selain sudah sangat banyak artikel yang membahas tentang wisata ini, Gunung Ijen juga beberapa kali pernah menjadi lokasi syuting untuk sebuah film.

Gunung dengan ketinggian 2.386 mdpl ini, terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Karena terletak di antara dua kabupaten, maka untuk jalur pendakian, para pendaki bisa berangkat dari dua tempat, yaitu dari Banyuwangi atau Bondowoso.

Jika Anda ingin melalui rute Banyuwangi, maka Anda akan melewati Kecamatan Licin. Setelah melewati Licin, maka rute selanjutnya Anda harus ke Paltuding. Dari Paltuding inilah dimulai perjalanan menuju puncak. Jarak yang ditempuh kurang lebih sekitar 3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Untuk rute kedua, Anda bisa melalui Situbondo ke Bondowoso yaitu Sempol melalui Wonosari dan selanjutnya menuju Paltuding. Jika Anda berangkat pada siang hari, rute ini akan menawarkan pemandangan wisata lainnya yaitu Kawah Wurung dan Air Terjun Bajul Mati.

Selama perjalanan menuju puncak gunung, Anda akan berpapasan dengan para pekerja pengangkut belerang. Setiap hari mereka menaiki Gunung Ijen untuk mengambil belerang yang kemudian dijual kepada sebuah perusahaan kosmetik.

Bagi Anda yang datang dari luar Jawa Timur dan mungkin tidak ingin kesulitan menentukan rute perjalanan, Anda bisa mengambil paket liburan yang banyak ditawarkan oleh Tour and Travel. Paket liburan ini sudah include dengan guide yang akan memandu Anda selama perjalanan.

Untuk penginapan Anda juga tidak perlu khawatir.  Jika Anda mengambil paket liburan, biasanya juga sekaligus disediakan penginapan sesuai keinginan Anda. Namun jika Anda ingin menyewa penginapan sendiri, di sana juga sudah banyak tersedia penginapan mulai dari Homestay, villa bahkan hotel bintang 5.

Fenomena alam yang memikat para turis untuk mengunjungi Gunung Ijen ini adalah adanya Blue Fire atau Api Biru yang berada di dalam kawah yang terletak di puncak Gunung Ijen. Pemandangan alam ini sangat langka dan hanya terjadi di dua tempat di dunia, yaitu Islandia dan Ijen. Blue Fire tersebut hanya dapat dilihat oleh mata manusia saat tidak ada cahaya, oleh karenanya waktu yang paling tepat untuk melihatnya adalah pada jam 2 hingga jam 4 dini hari.

Kawah yang berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen ini, juga dikenal sebagai danau air asam kuat terbesar di dunia, dengan luas mencapai 5.466 Hektar dan kedalaman 200 meter.

Gunung yang terakhir kali meletus pada tahun 1999 ini, dibuka dari dini hari hingga sekitar jam 12 siang. Karena jika melewati jam tersebut, kandungan asap belerang tidak bagus untuk kesehatan. Untuk Anda yang memiliki masalah kesehatan seperti penyakit asma, paru-paru atau jantung atau semua penyakit yang berhubungan dengan pernapasan tidak dianjurkan untuk melakukan pendakian. Hal ini dikarenakan sudah pernah ada yang menjadi korban akibat memaksakan diri mencapai puncak dengan kondisi kesehatan yang tidak baik.

Bagi Anda yang dalam kondisi sehatpun juga harus mempersiapkan kondisi fisik semaksimal mungkin ketika ingin mendaki hingga ke puncak. Sangat disarankan untuk membawa masker atau sapu tangan untuk menutupi hidung dari asap belerang.

sumber foto : tripzilla.id

7 Nusa Tenggara TimurPulau Komodo

Secara administratif, Pulau Komodo berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau dengan luas 390 km2 ini merupakan habitat asli Binatang Komodo sejenis kadal raksasa pemakan daging yang panjangnya bisa mencapai 2–3 meter dengan berat 100–165 Kg. Dalam Bahasa Latin, Komodo disebut Varanus Komodoensis. Sedangkan warga setempat menyebut binatang ini dengan nama ‘Ora’.

Pulau yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo ini, terdapat lebih dari 2000 ekor Komodo yang hidup di alam bebas. Ketika berkunjung ke tempat ini, Anda bisa melihat secara langsung Komodo yang sedang mengincar mangsanya. Tapi tentu saja hal ini bisa Anda lakukan dengan didampingi oleh pemandu demi alasan keselamatan.

Selama menjelajah pulau yang termasuk salah satu warisan UNESCO ini, Anda dan rombongan akan ditemani seorang Ranger atau pemandu sekaligus Pawang Komodo. Ranger akan membekali Anda dengan tongkat yang ujungnya bercabang dua. Konon tongkat tersebut dibuat dari satu jenis pohon yang bisa menjadi senjata untuk melemahkan Komodo. Jika komodo menyerang atau mengejar tiba-tiba, ujung tongkat yang bercabang digunakan untuk menekan leher Komodo, dalam waktu singkat Komodo akan melemah dan berhenti menyerang.

Mungkin Anda akan bertanya, kegiatan apa saja yang bisa dilakukan di Pulau Komodo selain melihat binatang yang penampakannya sangat menyeramkan, dengan badan yang besar, kuku tajam, kulit yang bersisik serta lidah bercabang dua yang selalu menjulur? Anda tidak perlu khawatir. Banyak kegiatan lain yang bisa Anda lakukan di pulau ini selain melihat Komodo.

Di antaranya Anda bisa trekking pantai Pulau Komodo, sambil mengamati penghuni lain dari pulau ini selain Komodo.  Ya, Pulau Komodo tidak hanya berisi binatang Komodo saja, namun ada banyak spesies lain seperti Kuda, Rusa, berbagai jenis Burung, Ular, Biawak dan masih banyak lagi.

Saat trekking, Anda akan diajak mendaki Gunung Ara yang memiliki ketinggian 538 meter di atas permukaan laut. Anda juga akan melewati Water Hole yang merupakan tempat minum dan beristirahat Komodo. Di sini Anda bisa melihat para kawanan Komodo yang sedang minum atau berteduh di bawah pohon di sekitarnya.

Selain itu Anda juga bisa melakukan kegiatan snorkeling di Pink Beach atau Pantai Pink. Pantai yang oleh warga sekitar disebut Pantai Merah ini memiliki pasir pantai berwarna merah muda. Warna tersebut akan semakin terlihat jelas pada saat pasir basah oleh ombak. Menurut penelitian, warna merah muda di pantai ini disebabkan oleh serpihan koral yang hancur dan bercampur dengan pasir pantai.

Menikmati keindahan alam daratan Pulau Komodo ini yang pada tahun 2009 lalu ditetapkan sebagai Tujuh Tempat Wisata Alam Terbaik di Dunia (New Seven Wonders of Nature), tidak lengkap jika Anda belum melihat keindahan yang tersembunyi di alam bawah laut yang menyimpan sekitar 386 jenis Terumbu Karang, 70 jenis Bunga Karang, Rumput Laut sebagai rumah bagi ribuan jenis Ikan, Penyu Hijau, Paus, Lumba-lumba hingga Hiu. Kekayaan bawah laut inilah yang menjadikan Pulau Komodo mendapat sebutan sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di dunia.

sumber foto : parenting.orami.co.id

8 BaliPulau Penyu Tanjung Benoa

Tanjung Benoa dengan luas wilayah sekitar 173,75 hektar ini, merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal dengan pantainya. Tempat ini merupakan surga bagi pecinta permainan wahana air seperti banana boatscuba divingparasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling, dll.

Selain itu, tempat yang dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali ini, juga terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu. Yang mana di pulau yang lokasinya berada di kawasan objek wisata Tanjung Benoa, ini, adalah tempat penangkaran berbagai jenis Penyu. Jenis penyu yang dilindungi di penangkaran ini diantaranya adalah, Penyu Hijau, Penyu Lekang, Penyu Sisik, dan Penyu Pipih.

Juga terdapat beragam bentuk Penyu di sini, mulai dari anak penyu yang masih kecil, hingga Penyu yang berusia puluhan tahun dengan ukuran sangat besar.

Untu mencapai pulau ini, dibutuhkan waktu sekitar 15-10 menit menggunakan perahu bermotor dari Pantai Tanjung Benoa. Perahu yang digunakan cukup unik dan menarik karena di bagian bawahnya terdapat kaca, sehingga selama perahu tersebut berlayar menuju Pulau Penyu, kita bisa menikmati pemandangan bawah laut dari atas perahu. Nama perahu ini adalah Glass Bottom Boat.

Namun ketika sampai di Pulau Penyu, perahu tidak dapat mendekati bibir pantai karena air laut yang sangat dangkal. Oleh karenanya Anda harus berjalan menyusuri air laut setinggi mata kaki untuk menuju Pulau Penyu.

Sebelum memasuki lokasi, Anda diharuskan membeli tiket terlebih dahulu. Tiket ini sebagai bentuk donasi pengunjung untuk pemeliharaan hewan-hewan yang ditangkarkan di sini. Harga tiket sangat terjangkau, untuk wisatawan domestik, orang dewasa hanya dikenakan harga sebesar Rp.10.000/orang dan untuk anak-anak Rp.5.000/anak. Sedangkan untuk wisatawan asing, tiket dewasa sebesar Rp.20.000/orang dan untuk anak-anak sebesar Rp.10.000/anak.

Penangkaran Penyu yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Tanjung Benoa ini, menjadi salah satu tujuan wisata favorit keluarga. Di sini Anda bisa mengedukasi anak-anak sambil bermain dengan alam sekitar.

Di sini Anda akan melihat berbagai hal yang berhubungan dengan Penyu. Tidak hanya sekedar melihat saja, Anda juga bisa berinteraksi langsung dengan penyu-penyu tersebut. Seperti berfoto dengan Penyu, menggendong Penyu, masuk ke kolam Penyu, serta memberi makan penyu dengan makanan yang sudah disediakan oleh pengelola.

Kegiatan yang cukup menarik ini, tentunya sangat cocok jika Anda lakukan bersama keluarga dan anak-anak. Selain bermain, anak-anak sekaligus juga bisa sambil belajar bagaimana melindungi dan memperlakukan hewan-hewan tersebut dengan baik.

Pada saat-saat tertentu, Anda juga bisa menyaksikan pelepasan anak-anak penyu atau yang sering disebut Tukik ke lautan luas. Anak penyu yang sudah berumur 1 bulan, akan dilepas ke laut agar bisa beradaptasi dengan habitat aslinya. Tentu tidak semua anak penyu dilepaskan. Karena dari sebagian besar anak penyu yang dilepaskan itu hanya sebagian kecil yang bisa bertahan hidup. Hal ini terjadi karena banyaknya predator yang memangsa penyu-penyu tersebut. (www.travelclub.co.id)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here