Beranda Kabar Terkini Kapasitas SDM Tentukan Kualitas Tata Kelola Wisata

Kapasitas SDM Tentukan Kualitas Tata Kelola Wisata

0

Kualitas tata kelola destinasi pariwisata dan kapasitas masyarakat menjadi poin penting yang perlu ditingkatkan, guna mewujudkan dan mengembangkan kawasan strategis pembangunan pariwisata di Kota Magelang. Karenanya, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang berupaya meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) melalui pelatihan tata kelola destinasi pariwisata.

Kasi Pengembangan Destinasi, Sarana, SDM dan Kelembagaan Pariwisata Disporapar Kota Magelang, Umi Indri Wulansari menjelaskan, pelatihan ini diikuti 40 orang pengelola objek wisata di Kota Magelang.

“Peningkatan kualitas dan kapasitas SDM kita selenggarakan dalam bentuk pelatihan tata kelola pariwisata, yang disesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19,” kata Umi, saat ditemui di sela-sela kegiatan pelatihan di Hotel Atria Magelang, Selasa (4/8/2020).

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah, serta pengelola destinasi wisata Kandri dan objek wisata Goa Kreo Semarang.

Asisten Administrasi Sekda Kota Magelang Taufiq Nurbakin, yang mewakili Sekda Joko Budiyono, menyambut baik pelatihan itu sebagai langkah mempersiapkan para pengelola destinasi wisata di Kota Magelang, menyambut adaptasi kebiasaan baru.

“Merujuk pada perkembangan global, usaha pariwisata pun harus menerapkan pola protokol baru, sebagai bagian menyintas dan mempertahankan kelangsungan sektor pariwisata,” kata Taufiq.

Dijelaskan, ada syarat pemberlakuan adaptasi kebiasan baru Daya Tarik Wisata (DTW) yang wajib dipenuhi oleh pengelola. Antara lain hanya berlaku untuk DTW yang memenuhi syarat sesuai protokol kesehatan Kemenkes RI dan ada penanggungjawab. Kemudian pengelola mengajukan permohonan pelaksanaan simulasi, melakukan sosialisasi edukasi kepada masyarakat, tentang arti pentingnya simulasi dan risiko terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

“Simulasi minimal dilaksanakan dua kali, seperti Taman Kyai Langgeng, yang persiapannya sangat detail sebelum kemudian dibuka secara resmi. Selain Taman Kyai Langgeng, objek wisata yang sudah buka yakni Kebun Raya Gunung Tidar dan Museum Sudirman,” papar Taufiq.

Menurutnya, ada konsep atau pedoman adaptasi kebiasaaan baru kepariwisataan DTW di Kota Magelang yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh pengelola. Antara lain, pengelola wajib memiliki rekomendasi dari kepala daerah dan Gugus Tugas Covid-19 Pemda setempat, pembatasan operasional, pembatasan jumlah pengunjung, kerja sama dengan aparat keamanan, dan sterilisasi DTW.

“Pembatasan jumlah pengunjung dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung. Kemudian fasilitas cuci tangan dan thermo gun juga harus tersedia, termasuk jika perlu ambulans dan tenaga medis khusus,” beber Taufiq.

Pedoman juga berlaku bagi pekerja atau karyawan objek wisata. Mereka harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai protokol kesehatan saat bekerja atau melayani wisatawan.

“Dengan dibukanya objek wisata di Kota Magelang diharapkan bisa kembali menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya. (Sumber Diskominfo Jateng) (www.eljohnnews.com)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here