Beranda Kabar Desa Kabar Tani Jamur Tiram Terserang Hama, Ini Cara Menanganinya

Jamur Tiram Terserang Hama, Ini Cara Menanganinya

0

Banyuwangi – Bagi anda yang menggeluti budi daya jamur tiram, tentu mengharapkan hasil panen yang melimpah dengan kualitas baik. Namun tak jarang, jamur tiram yang dibudidayakan terserang hama dan penyakit, sehingga produksinya anjlok dan kualitasnya buruk.

Nah, untuk menghindari gagal panen tersebut, Haris (30), Petani Jamur Tiram di kawasan Pantai Cemara memberikan tips untuk mengenali dan menangani berbagai hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram.

“Banyak hal yang bisa membuat hasil panen tidak maksimal. Seperti serangan serangga kecil, ulat hingga bakteri menjadi ancaman serius tanaman budidaya jamur tiram,” katanya saat dihubungi Media9.

Menurutnya, serangan hama ulat mengakibatkan tampilan fisik jamur tiram kurang menarik. “Muncul bercak hitam hingga lubang pada bagian atas jamur bekas yang dimakan ulat. Ini masih bisa ditangani dengan penyemprotan pestisida,” ujarnya.

Jika tanaman budidaya jamur tiram sudah terserang bakteri, tanaman jamur akan membusuk. Dan bisa dipastikan petani akan mengalami gagal panen. “Kalau sudah busuk seperti ini jelas tidak akan laku di pasar,” katanya.

Untuk meminimalisir serangan hama ulat, serangga dan bakteri, kata Haris, setidaknya kandang tanaman jamur tiram harus steril. Artinya, sehabis panen jamur sepanjang empat-lima bulan, sisa-sisa tanaman harus dibersihkan dan kandang pun harus disemprot dengan Lanet (pembasmi serangga).

“Selama lebih dari lima tahun menjadi petani yang fokus terhadap tanaman budidaya jamur tiram harganya stabil Rp 10.000 per kilo, dan menguntungkan kalau tanaman budidaya jamur tiram tidak diserang hama seperti saat ini,” katanya.

Sedangkan menurut pengamatan Haris munculnya atau penyebab serangan hama tersebut juga dipengaruhi lokasi budidaya jamur tiram. Seperti halnya petani jamur yang memanfaatkan lahan kosong di kawasan kebun atau tempat yang mempunyai struktur tanah bergerak.

Haris menambahkan, usaha tanaman budidaya jamur tiram sangat menjanjikan sebenarnya, karena harganya stabil tidak seperti harga bahan pokok lain, namun karena proses, perawatan dan pangsa pasar yang minim membuat kebanyakan orang berfikir lagi untuk terjun ke produksi jamur tiram.

Ia mengatakan, jika tanaman budidaya jamur timar berhasil, pihaknya bisa meraup penghasilan Rp 3,2 juta per-1000 tanaman jamur tiram. “Sekarang ini saya punya hampir 2.000 tanaman, karena memang awalnya saya hanya produksi bibit saja,” ujarnya. (Mef)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here