Beranda Kabar Wisata Jalur Pendakian Dibuka Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Jalur Pendakian Dibuka Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

0

LUMAJANG – Ranupani memang desa yang unik. Penduduk desa ini hidup dari bertani dan wisata pendakian Gunung Semeru. Tapi hampir setahun desa ini lenggang. Lalu lalang dari para pendaki sudah lama tidak terlihat.

Dan pada Kamis (01/10), jalur Pendakian Gunung Semeru akhirnya dibuka, setelah hampir selama satu tahun ditutup akibat adanya kebakaran hutan di kawasan Gunung Semeru dan mewabahnya pandemi Covid-19.

“Jalur ini tidak dibuka full 100 persen, mekanismenya ada di TNBTS melalui online, yang mendapatkan akses dan izin lah yang boleh mendaki,” ujar Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.

Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq ini menjelaskan bahwa, para pendaki harus melalui tahapan-tahapan sebelum mendaki, termasuk harus menjalani tes kesehatan untuk memastikan pendaki sehat dan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kita siapkan cek kesehatan dari Dinkes, sebelum mendaki wajib melalui proses cek kesehatan, termasuk memastikan penerapan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Cak Thoriq berpesan agar para pendaki tetap memperhatikan protokol kesehatan. Nantinya pelaksanaan pendakian akan dilakukan evaluasi selama 2 mingguan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), John Kenedie menjelaskan bahwa, pendakian dibatasi 20 persen dari daya dukung atau sekitar 120 pendaki setiap harinya. Masyarakat yang ingin mendaki dapat booking secara online melalui situs https://bookingsemeru.bromotenggersemeru.org/.

“Aturannya 20 persen dari daya dukung 600 menjadi 120, bookingnya melalui online, kalau sudah tercukupi, bisa daftar untuk keesokan harinya. Rombongan minimal 3 dan tidak boleh lebih dari 7, dan harus membawa masker, pendakian kita batasi sampai Kalimati selama 2 hari 1 malam,” pungkasnya. (adv) tik/afu

Foto : Bupati saat meresmikan pendakian semeru
- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here