Beranda Kabar Desa Desa Wisata Inovasi Desa Tamansuruh : ‘Geo Park’ Perpaduan Konservasi Alam dan Wisata Edukasi

Inovasi Desa Tamansuruh : ‘Geo Park’ Perpaduan Konservasi Alam dan Wisata Edukasi

0

Banyuwangi – Hutan merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain sebagai penyumbang oksigen, hutan juga berfungsi sebagai tempat penampungan sumber mata air yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup.

Sadar akan hal tersebut, pemerintah Desa Tamansuruh mencanangkan program menciptakan Geo Park atau taman bumi. Inovasi ini tidak lain untuk menjaga kelestarian lingkungan serta menjaga ketersediaan sumber mata air.

Kepala Desa Teguh Eko Rahadi, SAB menyampaikan, saat ini Desa Tamansuruh memang dianugerahi dengan sumber mata air yang melimpah ruah. Hal itu tidak lepas dari letak geografis Desa Tamansuruh yang berada di lereng Pegunungan Ijen.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan di masa mendatang Desa Tamansuruh akan mengalami kesulita sumber mata air bersih akibat eksplotasi secara terus menerus. Oleh sebab itulah, harus ada langkah pencegahan sejak dini salah satunya ialah menjaga kelestarian lingkungan (konservasi) serta menciptakan hutan desa untuk menciptakan sumber mata air baru.

“Kita akan jadikan Tamansuruh ini menjadi wilayah konservasi, artinya apa? Ditengah pemanfaatan atau eksploitasi air bersih yang selama ini terus-menerus kita lakukan, tidak menutup kemungkinan ketersediaan air itu akan terbatas di kemudian hari tanpa adanya sumber mata air. Itulah yang kita pikirkan saat ini,” kata Teguh Eko Rahadi saat ditemui Media9.

Wilayah konservasi, kata Teguh, bukan hanya sekadar melindungi warisan geologi, tetapi juga mengambil manfaat, menggali, menghargai dan mengembangkan warisan geologi seperti halnya pelestarian ‘Mata Air’.

“Jadi, konservasi dengan pemanfaatan SDA (sumber daya alam) berkelanjutan, adalah prinsip yang kita lakukan untuk menjaga kelestarian SDA dalam jangka panjang. Di sini pemanfaatan SDA berkelanjutan dikembangkan dalam kegiatan pertanian, pariwisata dan kultur budaya.” Kata Kepala Desa kharismatik tersebut.

Keuntungan lain dari keberadaan Geo Park, kata Teguh, bisa menjadi alternative destinasi wisata alam baru di Bumi Blambangan. Hal ini seirama dengan cita-citanya yang ingin menjadikan Desa Tamansuruh sebagai Destinasi Wisata Terpadu, yang mengkombinasikan antara wisata alam, wisata agro, wisata edukasi, wisata religi dan kebudayaan.

“Tentu ini akan memberi ruang baru bagi masyarakat untuk bergerak di sektor pariwisata. Geo Park ini merupakan puzzle terakhir yang harus ada untuk bisa menciptakan Desa Tamansuruh sebagai ikon wisata terpadu di Banyuwangi,” ungkap Teguh.

Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, kata Teguh, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah desa semata. Namun harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah desa dengan stakeholder serta masyarakat secara luas.

“Yang paling penting ialah bagaimana menumbuhkan kesadaran masayrakat. Baik untuk meningkatkan kompetensi SDM sebagai syarat utama untuk bersaing di dunia serba digital ini, maupun kesadaran untuk peduli kepada lingkungan. Ini yang terpenting harus dilakukan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Ketika komponen-komponen ini sudah terpenuhi, bukan hal mustahil menjadikan Desa tercintanya tersebut sebagai Ubud Banyuwangi. “Cita-cita saya ialah menjadikan Ubud in Tamansuruh,” tutupnya.

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here