Beranda Kabar Wisata Kuliner Hotel di Jember Ini, Pukul Bedug Asli Sebelum Adzan Magrib Tiap Berbuka...

Hotel di Jember Ini, Pukul Bedug Asli Sebelum Adzan Magrib Tiap Berbuka Puasa

0

JEMBER – Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan, merupakan kewajiban bagi umat beragama Islam setiap tahunnya. Dimana selama kurang lebih 12 jam menahan haus dan lapar, dari adzan Subuh sampai suara bedug dan adzan Magrib berkumandang. Di Jalan Sentot Prawirodirjo, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, salah satu satu hotel ternama Aston Jember memiliki cara unik untuk menghormati orang berpuasa, dan bagaimana melayani buka puasa bagi umat Islam yang menjalaninya.

“Dihotel kami ini, saat akan adzan magrib, diawali dengan memukul bedug tersebut, jadi sengaja agar ada suasana berbuka puasa di kampung begitu, dan identik tentunya,” ujar General Manager Aston Jember Hotel Boby Siswara saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/5/2019).

Tidak hanya itu, untuk menu makanan berbuka puasa yang disuguhkan, tidak hanya diperuntukkan bagi tamu yang menginap di hotel. Boby menyampaikan, pihaknya juga mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin menikmati sensasi berbuka puasa di hotel. “Cukup dengan membayar nominal Rp 65 ribu per paket untuk satu orang, silahkan untuk berbuka puasa di Aston. Dengan menu makanan nusantara tradisional, dan juga ada western food. Untuk menu nusantaranya, tentu menggugah selera,” katanya.

Pasalnya, menu masakan, atau hidangan untuk berbuka puasa yang hanya ada di pasaran, atau warung-warung biasa, kini ada di menu makanan sekelas hotel. “Membayar Rp 65 ribu itu, silahkan makan sepuasnya, semua makanan silahkan dicoba, tidak kami batasi. Bahkan jika untuk bukber (buka bersama), juga bisa. Tapi sebelumnya reservasi dulu, agar disiapkan tempatnya. Tapi makanannya ya sama dengan yang lain,” katanya.

Dalam menyuguhkan makanan berbuka puasa tersebut, lanjut Boby, juga ditampilkan secara langsung. “Jadi kita live cooking di hadapan tamu. Semisal ingin tahu bagaimana memasak mie ala chef, bisa dilihat langsung. Jadi pengunjung, tidak hanya bisa makan, tapi juga bisa belajar. Seperti halnya live cooking mie. Yang tentu berbeda dengan memasak mie goreng pada umumnya,” katanya.

“Jadi tamu atau pengunjung bisa mendapatkan edukasi, tidak hanya makan berbuka puasa,” sambungnya. (ark)

 

Tinggalkan Komentar