Beranda Teknologi Google Kencangkan Tali Privasi Karyawannya

Google Kencangkan Tali Privasi Karyawannya

0

Perusahaan Google mengencangkan tali privasi para karyawannya untuk memastikan mereka tidak mengganggu orang ketika mesin pencari terkemuka di internet tersebut mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang para penggunanya.

Selain mempromosikan pegawai lamanya Alma Whitten sebagai direktur privasi perusahaan tersebut, Google mengatakan pada hari Jumat bahwa “dia” akan mewajibkan semua karyawannya yang berjumlah 23.000 untuk menjalani pelatihan privasi. Perusahaan itu juga memperkenalkan lebih banyak pengecekan yang bertujuan untuk memastikan para pekerja mematuhi peraturan-peraturannya.

Ukuran privasi Google yang lebih ketat nampaknya merupakan respon terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi baru-baru ini yang telah menimbulkan berbagai pertanyaan tentang kebijakan serta kontrol internal perusahaan tersebut.

Pada contoh paling gamblang yang mengindikasikan perusahaan tersebut memiliki kapasitas yang baik terhadap apa yang dilakukan oleh para pekerjanya, Google mengakui pada bulan Mei bahwa salah satu insinyurnya telah menciptakan suatu program yang memvakumkan informasi pribadi yang mungkin sensitif, termasuk surel dan password, dari jaringan nirkabel yang tidak aman ketika mobil-mobil Google menjelajahi berbagai lokasi di dunia. Utamanya kendaraan-kendaraan tersebut dikirimkan untuk mengambil foto-foto untuk layanan peta online Google, tapi mobil-mobil tersebut juga membawa peralatan untuk mencatat lokasi jaringan-jaringan Wi-Fi.

Insiden itu yang dinamakan sebagai “Wi-Spy” oleh beberapa kritikus, disebabkan oleh “kesalahan seorang insinyurnya dan juga kekurangan kontrol untuk memastikan bahwa prosedur yang diperlukan untuk memproteksi privasi dipatuhi,” Komisioner Privasi Kanada Jennifer Stoddart menyimpulkan dalam sebuah laporan minggu ini.

Beberapa negara lainnya memandang tajam terhadap Google karena mengambil 600 gigabit data (setara dengan satu perpustakaan akademik bertingkat enam) dari sistem-sistem Wi-Fi selama lebih dari dua tahun sebelum mendeteksi satu masalah lima bulan lalu sebagai respon terhadap pertanyaan dari para pembuat peraturan di Jerman.

Google mulanya mengatakan bahwa dia hanya mengambil sedikit penggalan aktifitas online orang-orang, tapi penyelidikan Kanada menetapkan bahwa keseluruhan surel, password dan situs-situs web telah diambil dan disimpan. Dalam mengkonfirmasi penemuan-penemuan Kanada hari Jumat Google mengatakan dia mau menghapus semua data Wi-Fi yang tersisa pada komputer-komputernya secepat mungkin, tapi harus menahan sebagian besar informasi tersebut ketika pihak-pihak berwenang di berbagai negara melakukan penyelidikan mereka sendiri.

Sejauh ini, Google telah membersihkan data Wi-Fi yang diambilnya di Irlandia, Austria, Denmark dan Hongkong setelah memperoleh ijin dari para pembuat peraturan di negara-negara itu. Perusahaan tersebut masih memiliki data dari sekitar 20 negara lain termasuk Amerika Serikat yang sedang menyelidiki pelanggaran tersebut.

Walaupun beberapa negara telah menyatakan bahwa pengintaian Wi-Fi Google merupakan aktifitas ilegal, perusahaan tersebut tetap mempertahankan bahwa dia tidak melanggar aturan hukum apapun bahkan ketika pihak manajemen meminta maaf atas perilaku buruknya.

“Kami merasa malu dengan apa yang terjadi, tapi kami yakin bahwa perubahan proses dan struktur kami ini akan secara signifikan meningkatkan privasi internal kami dan praktek-praktek keamanan untuk keuntungan semua pengguna kami,” Alan Eustace yang merupakan kepala tehnik Google menulis dalam posting blog hari Jumat.

Usaha perlindungan privasi Google nampaknya dicurigai sekali lagi setelah blog Gawker melaporkan bahwa seorang insinyur Google di kantor Kirkland, Washington menggunakan keuntungan jabatannya untuk memata-matai akun online empat orang remaja. Dipicu oleh laporan tersebut, bulan lalu Google mengakui bahwa dia telah memecat insinyur tersebut karena melangggar kebijakan privasinya.

Menjaga kepercayaan publik sangat penting bagi Google karena keberhasilan mesin pencarinya serta elemen-elemen bisnis jangka panjangnya bergantung sebagian pada kemampuannya untuk membangun basis data mengenai preferensi-preferensi para penggunanya. Di antara hal lainnya, Google meyakini bahwa informasi tersebut membantunya memberikan hasil pencarian yang lebih baik dari pada saingan-saingannya serta menjual lebih banyak iklan yang secara virtual menghasilkan seluruh pendapatan perusahaan tersebut.

Google yang bermarkas di Mountain View, California, bahkan berharap untuk lebih besar lagi menjadi bagian dari kehidupan online orang-orang dengan memperkenalkan lebih banyak fitur jejaring sosial pada situs webnya agar dia bisa bersaing lebih baik dengan Facebook dalam hal menghubungkan sahabat-sahabat serta anggota keluarga secara online yang merupakan lahan yang semakin menguntungkan. Ketika Google memperkenalkan sebuah pilihan jejaring sosial ke dalam layanan surel gratisnya pada bulan Februari, banyak pengguna protes karena fitur tersebut mengekspos contact list mereka tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Tinggalkan Komentar