Beranda Kabar Terkini Gelar Aksi Damai, Pekerja Seni: “Kami Sudah Kelaparan”

Gelar Aksi Damai, Pekerja Seni: “Kami Sudah Kelaparan”

0

Banyuwangi – Sekitar 500-an orang yang pekerja seni, menggelar aksi Damai di depan Pemkab Banyuwangi, Rabu (5/8). Para pekerja seni yang terdiri dari; Usaha penyewaan Sound System, Pemain Musik, Master of Ceremony (MC) dan juga penari ini berdatangan dr berbagai penjuru Banyuwangi dengan menggunakan sekitar 30-an truk dan pick-up.

Mengawali aksinya yang dikawal oleh puluhan personel dari Polresta Banyuwangi, Korlap aksi, Budiyanto alias Ajojink dengan lantang berteriak; “Kami para pekerja seni sudah lapar. Sudah 5 bulan kami tidak bekerja,” teriaknya.

Seperti yang disampaikan orator, tuntutan mereka sederhana, yakni longgarkan perijinan terkait aktifitas seni-budaya agar mereka kembali bisa berkiprah.

Namun ditengah-tengah orasi, berlangsung, seorang petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mendatangi mereka dan meminta mereka bergeser beberapa puluh meter ke sisi selatan, persis didepan sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Di lokasi tersebut, mereka langsung disambut 3 orang Gugus Tugas Penanganan Covid-19, yakni Waka Polresta Banyuwangi, AKBP Kusumo, Kasdim 0825, Mayor Herawady dan Sekdakab Ir Mujiono.

AKBP Kusumo menjelaskan, apa yang menjadi tuntutan mereka sudah disepakati bersama dengan perwakilan mereka. “Keputusannya, diperbolehkan. Namun dengan catatan, tetap harus mengikuti standar protokol kesehatan,” kata AKBP Kusumo, yang disambut gembira peserta aksi.

Tentang legal formal kesepakatan tersebut, lanjut AKBP Kusumo, akan tertuang dalam sandar operasional (SOP) yang akan selesai hari Jum’at depan.

Dalam kesempatan tersebut, seorang peserta aksi sempat melontarkan pernyataan menarik. Menurutnya, ada kegiatan yang namanya ‘Sobo Deso’ yang digelar oleh ormas keagamaan, yang pengunjungnya berdesakan tetapi tidak ditindak. “Sementara kegiatan kesenian yang di Cluring, langsung dibubarkan. Kami mohon penjelasan tentang masalah itu,” teriaknya.

Menanggapi pernyataan btersebut, petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan, agar menunggu sampai SOP terbit hari Jum’at. “Semua sudah kita sepakati bersama. Nanti kalau masih ada pelanggaran, akan dibubarkan atau dihentikan,” kata AKBP Kusumo (b)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here