Beranda Kabar Terkini Gara-Gara Postingan Facebook, Warga Jember Ini Didatangi Puluhan Sopir Ambulans Desa

Gara-Gara Postingan Facebook, Warga Jember Ini Didatangi Puluhan Sopir Ambulans Desa

0

JEMBER – Seorang warga Jalan Rasamala, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Kustiono Musri, tiba-tiba didatangi puluhan sopir ambulans desa dan diminta untuk klarifikasi perihal status facebook yang diunggahnya Selasa (30/4/2019) kemarin. Datang dengan menaiki 4 mobil ambulans desa, puluhan sopir tersebut menanyakan perihal tulisan yang diunggah Kustiono, yang dinilai tidak tepat terkait jumlah pasien yang pernah diangkut armada ambulans desa se Kabupaten Jember.

Menurut Perwakilan Sopir Ambulans Ivan Feri Handoyo , pihaknya datang dengan puluhan sopir ambulans ke tempat tinggal Kustiono, untuk meminta klarifikasi perihal unggahan statusnya di medsos Facebook. “Karena dari tulisan itu, katanya ingin tahu berapa jumlah pasien yang pernah dirujuk ke RS Bina Sehat, setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan. Ini saya datang, ada datanya. Padahal terkait rujukan itu, kan yang menentukan BPJS (Kesehatan),” kata Ivan, Kamis (2/5/2019).

Sehingga, kata Ivan, tidak harus untuk rujukan rumah sakit calon pasien harus ke RS Bina Sehat. “Misal rujukan ke RS Bina Sehat, ya kita antar ke sana. Padahal jika dientri ke sistem di BPJS, ada pilihan rumah sakit. Bisa ke RS Bina Sehat, DKT (RS Baladhika Husada), atau RS Citra Husada. Kemudian terserah pasien memilih kemana rujukannya. Jika Bina Sehat, ya kita antar ke sana,” ungkapnya.

“Karena kita pelayan masyarakat, tidak mengarahkan, jadi yang menentukan pasien,” imbuhnya.

Terkait rujukan pasien tidak diantar ke rumah sakit milik daerah, yakni RSD dr. Soebandi Jember, kata Ivan, dulu dari pengalaman mengantar pasien ke rumah sakit tersebut, antriannya lama. “Dari pengalaman itu, dan belum ada aturan zona dari BPJS (Kesehatan), antrinya lama. Sehingga menumpuk di RS Soebandi. Karena lama, dibilang ‘mak ta’ dulih urus?’ (kenapa tidak segera diurus?) padahal kan giliran. Kecuali jika pasien darurat, dilompati,” katanya. Sehingga ada aturan zona dari BPJS, katanya, maka pilihan ada di 3 RS swasta tersebut.

Kedatangannya meminta klarifikasi bersama puluhan sopir ambulans, kata Ivan, tidak ada maksud apa-apa, hanya meminta klarifikasi. “Yang datang ini para perwakilan PKM (se Kabupaten Jember), datangnya silaturrahmi. Juga jika Pak Kustiono bertanya kita jawab. Terkait Ambudes (mobil Ambulans Desa), itu kan urusan SPJ Dinas Kesehatan, karena tidak di publikasikan. Sehingga kita datang juga untuk menjelaskan itu,” ujarnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Kustiono Musri yang juga Ketua Forum Masyarakat Tertindas (Format) menyampaikan, sejak Rabu kemarin (1/5/2019), memang ada orang yang mengaku Koordinator Supir Ambulans Desa datang kerumahnya. Sopir tersebut mempertanyakan maksud unggahan status medsos Facebook milik Kustiono.

“Saya sudah menceritakan bahwa maksud status yang ditulisnya itu, adalah mempertanyakan pemeriksaan polda terkait persoalan ambulans desa yang sudah 1 tahun lamanya belum ada kejelasan,” kata Kustiono.

Selain itu, lanjut Kustiono, pihaknya juga mempertanyakan kegunaan ambluans desa yang selama ini dikabarkan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. “Bahkan tidak pernah ada sosialisasi kinerja ambulans desa dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Beruntung tidak lama, datang 1 truk personel Sabhara Polres Jember datang ke lokasi tempat tinggal Kustiono Musri, dan meredam suasana. Akhirnya puluhan sopir ambulan tersebut membubarkan diri.

“Saya berharap setelah kejadian ini, dinas kesehatan bisa memberikan informasi kepada masyarakat, terkait kinerja ambulans desa yang ada di Jember,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar