Beranda Kabar Wisata Kuliner Festival Pasar Wisata Kuliner Citarasa Tradisional Yang Menggiurkan

Festival Pasar Wisata Kuliner Citarasa Tradisional Yang Menggiurkan

0

Banyuwangi – Selain khasanah seni-budaya, kuliner tradisional Banyuwangi juga punya daya tarik tersendiri. Terbukti, ketika 20-an Pasar Wisata Kuliner tradisional yang tersebar dibeberapa tempat digelar bersama dalam satu lokasi, antusiasme masyarakat dan wisatawan tak terbendung. Meski sempat disiram hujan gerimis sejak sore hari, Festival Pasar Wisata Kuliner yang digelar 29 Pebruari di Jalan Bangka, Kampung Arab, Kelurahan Lateng, tetap dibanjiri pengunjung.

Momen festival yang mengangkat cita rasa kuliner tradisional ini benar-benar menarik. Mulai dari kuliner khas kawasan Timur Tengah yang biasa digelar setiap malam Minggu di Arabian Street Food, sampai jajanan dan masakan khas masyarakat Osing yang selalu tersuguh di Pasar Wit-witan, Desa Alasmalang, Singojuruh, setiap Minggu pagi, semua ada dengan harga terjangkau. Sebanyak 55 stand yang disediakan panitia yang kesemuanya menyuguhkan menu unggulan masing-masing, laris manis diserbu pengunjung.

Acara yang disemarakkan dengan suguhan musik Gambus, Tari Dzaffin dan atraksi Pencak Sumping ini dibuka langsung Bupati Abdullah Azwar Anas. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas juga melakukan tele-conference dengan para pedagang pasar wisata kuliner yang berada di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri dan Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.

Pada saat tele-conference dengan pedagang di pasar wisata kuliner Desa Olehsari, terungkap bahwa rata-rata stand omset penjualannya mencapai Rp 2 – 3 juta. Padahal jumlah stand di pasar tersebut tercatat sebanyak 72 stand. Sedangkan di pasar wisata kuliner Kelurahan Boyolangu yang juga digelar setiap Malam Minggu, total omset penjualannya bisa mencapai Rp 40 jutaan. Sementara itu, seorang pedagang Arabian Street Food mengungkapkan, dalam acara festival tersebut omset penjualannya bisa menembus angka Rp 5 juta. Luar Biasa.

Karena sangat berpotensi untuk dikembangkan manjadi destinasi wisata tersendiri, dalam kesempatan tersebut Bupati Anas menyatakan festival pasar kuliner ini akan digelar secara rutin 2 – 3 bulan sekali. “Ditengah situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, kita perlu terus berinovasi untuk menggerakkan berbagai sektor. Pasar Wisata Kuliner ini adalah salah satu cara untuk mendongkrak ekonomi lokal di masing-masing desa. Strategi sederhana tapi langsung mengena ke ekonomi rakyat,” kata Bupati Anas. (b)

- Advertisment -

Tinggalkan Komentar