Beranda Kabar Desa Kabar Tani Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Terapkan Protokol Kesehatan Transaksi Hewan Qurban

Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Terapkan Protokol Kesehatan Transaksi Hewan Qurban

0

Banyuwangi- Menjelang Lebaran Idul Adha 1441 Hijriyah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi keluarkan panduan terkait transaksi hewan Qurban hal ini dilakukan guna mencegah penularan virus Corona-19 sekaligus menjaga kehalalan dan kebersihan daging qurban di tengah Pandemi.

Mengutip dari banyuwangikab.go.id, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 terkait dengan sumber daya manusia (SDM), pemilihan hewan qurban, penyembelihan dan pengelolaan, hingga pendistribusian.

โ€œBaik penjualan kambing, pembeli, bahkan panitia diwajibkan memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk selalu menjaga jarak, mengunakan masker, memakai sarung tangan, kacamata safety, apron dan sepatu boot,โ€ jelas Arief. Jumat (24/7/2020).

Selain SDM, kata Arief, pihaknya juga memberlakukan setandar pemilihan hewan qurban. Untuk mendapatkan hewan yang sehat, Arief menghimbau masyarakat untuk membeli di tempat-tempat yang sudah terverifikasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan. Para pedagang yang telah terverifikasi mendapatkan sertifikat resmi dari dinas sebagai tanda telah memenuhi standar pemilihan, dan patuh pada protokol kesehatan.

โ€œBelilah ternak ditempat-tempat yang sudah tersertifikasi, selain lebih aman karena protokol kesehatannya jalan, ternak yang dibeli ditempat-tempat tersebut kami jamin bebas penyakit dan sesuai dengan syariโ€™at Islam.
Terkait pemotongan hewan qurban, Arief menghimbau kepada panitia untuk pelaksanaannya dilakukan ditempat yang luas agar physcal distancing dapat diterapkan dengan baik, begitu juga dengan pendistribusian daging qurban Arief juga menghimbau untuk tidak melakukan pengambilan daging secara langsung akan tetapi panitia mengantarkannya ke masyarakat sesuai dengan data yang sudah dicatat supaya tidak terjadi kerumunan orang yang banyak.
Untuk lebih menjamin kemanaan dan kesehatan kesehatan daging qurban.

Masyarakat dihimbau untuk melaporkan terutama panitia untuk melaporkan posisi tempat penyembelihan hewannya, agar petugas dapat melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum ternak disembelih, dan melakukan post mortem setelah ternak disembelih supaya betul-betul daging tersebut layak untuk dikonsumsi.(*)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here