Beranda Kabar Lainnya Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh

Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh

0

Media9.co.id, Jember – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Jember, berlangsung ricuh. Mahasiswa terlihat saling dorong dengan satpam, hingga beberapa mahasiswa terjatuh. Kericuhan tersebut terjadi akibat mahasiswa yang tidak ditemui oleh Rektor untuk menyuarakan tuntutannya dan meminta  masuk ke dalam gedung Rektorat namun di tolak Satpam.

Dalam aksi tersebut mahasiswa langsung memberikan rapor merah kepada rektor atas permasalahan yang menimpa mahasiswa baru 2018. “sebanyak 650 orang mahasiswa yang sudah diterima sebagai calon mahasiswa bidik misi, ternyata saat daftar ulang justru harus membayar spp dengan alasan tidak masuk kuota bidik misi, akhirnya sejumlah mahasiswa ada yang sampai berhenti kuliah karena tidak sanggup membayar,’’papar Syauqi, korlap aksi.

Selain itu,  fasilitas mahasiswa baru seperti jas almamater, ktm, topi dan kaos hingga saat ini belum diberikan. Padahal mahasiswa baru sudah menjalankan masa kuliah selama 5 bulan. Karena tak ada respon dari pihak Rektorat, mahasiswa geram dan kemudian memaksa masuk gedung rektorat, namun mereka dihalangi oleh satpam.

Mahasiswa yang marah juga sempat membakar ban, namun langsung di padamkan oleh  satpam. Tak ingin terjadi keos, perwakilan dari Rektorat kemudian menemui pendemo , namun sayang tanggapan dari tuntutan pendemo kurang diterima dengan baik. Tak ada tawaran lain, karena mahasiswa meminta agar rektorat menjelaskan dengan gamblang atas kasus tersebut.

Sementara itu  Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Jember, mengaku tidak berani menjelaskan kebijakan 650 calon mahasiswa bidik misi yang tiba-tiba saja ditentukan tidak lolos dan harus membayar uang kuliah saat daftar ulang. Sebab kebijakan tersebut merupakan wewenang Rektor. Dan saat ini rektor sedang tugas ke luar kota.

“ memang saat itu Unej menerima sekitar 1400 lebih calon mahasiswa bidik misi, dan ada 760 orang mahasiswa yang ditetapkan menerima dan tidak membayar uang kuliah, sementara sisanya masih akan diusulkan kembali ke kementrian,”pungkas Abdul Halim.

Terkait belum datangnya fasilitas mahasiswa baru, itu merupakan permasalahan rekanan yang terlambat dan meminta penundaan hingga tanggal 27 November 2018 mendatang, sehingga wajar jika fasilitan mahasiswa belum selesai, lantaran masa perpanjangan kontrak dengan rekanan. (bbg)

Tinggalkan Komentar