Beranda Kabar Lainnya Cerutu “BIN” Produk Lokal Yang Mendunia

Cerutu “BIN” Produk Lokal Yang Mendunia

0

Media9 Jember merupakan salah satu kota dimana tembakau menjadi tanaman penting sebagai mata pencaharian sebagian besar penduduknya.

Kultur tanah yang cocok untuk bercocok tanam tembakau menjadikan kota Jember di kenal masyarakat dunia sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik .

Bahkan lambang Pemerintah Daerah Jember menggunakan symbol tembakau sebagai penghasil bahan dekblad cerutu terbesar di dunia yang dikenal dengan nama Besuki Na Oogst.

Boss Image Nusantara merupakan salah satu perusahaan cerutu di Jember yang memiliki andil besar bagi Indonesia dalam produksi cerutu. Meski di produksi di koto Kecil Jember (produk local) namun siapa sangka, cerutu “BIN” telah merambah ke belahan dunia. “BIN “ merupakan perusahaan yang mempunyai specifikasi unik, karena bahan tembakau yang digunakan sebagai bahan pembuatan cerutu adalah hasil budidaya sendiri. Dimana varietasnya memiliki spesifikasi yang sama dengan Negara Cuba.

Tembakau tersebut di tanam di tanah volcano sehingga menghasilkan taste dan aroma yang sesuai. Begitu pula pengolahan dan fermentesi sampai sortasi bahan baku cerutu dilakukan dengan tenaga kerja yang profesional.

Proses produksi menggunakan pestisida yang ramah lingkungan dan terkontrol guna mencegah dampak negative terhadap kelestarian lingkungan.

Tuntutan mutu menjadi penting disamping permasalahan lingkungan. Persaingan pasar yang sangat ketat baik lokal maupun internasional mendorong “BIN” selalu berusaha memaksimalkan dan menigkatkan mutu produksi secara konsisten dengan menghasilkan Cerutu yang berkualitas premium.

Cerutu produksi “BIN”  memiliki beberapa varian, seperti : Boss Image Robusto, Boss Image Corona, Boss Image Half Corona, Boss Image La Nina, Boss Image Elnino dan Moon light.

“ kesempurnaan cerutu dunia salah satu terdapat di Jember, meski bernuansa local namun kualitasnya bertaraf  internasional,” tutur Made, salah satu penikmat cerutu Jember asal pulau dewata Bali.

Sementara itu Imam Wahid Wahyudi, General Manager “BIN” , mengaku akan terus berinovasi mencari terobosan baru untuk menyempurnakan cerutu “BIN” agar terus menjadi cerutu terbaik dunia yang di gemari konsumen pada era milenia dan digitalisasi saat ini.

“ bagi kami, masukan (input) dari konsumen, baik lokal maupun internasional sangat diperlukan, seperti permintaan ukuran cerutu,  dimana antara satu konsumen dengan lainnya memiliki selera yang tidak sama, hal ini tetap menjadi bagian terpenting untuk dilayani dengan baik demi kepuasan konsumen,” papar  pria berpenampilan flamboyan ini.

Cerutu produksi “BIN”  ini  merambah  Kawasan Asia  seperti Cina, Jepang, dan Malaysia. Sedangkan untuk  Eropa antara lain Turki, Moldova, Siprus, Polandia hingga Amerika Serikat. (bbg).

Tinggalkan Komentar