Beranda Kabar Desa Budidaya Ikan Keramba, Cara Petani Macan Putih Jaga Kebersihan Sungai

Budidaya Ikan Keramba, Cara Petani Macan Putih Jaga Kebersihan Sungai

0

Banyuwangi – Kualitas air bersih sangat berpengaruh terhadap kualitas komoditas pertanian yang ditanam petani. Sayangnya, masih banyak oknum tak bertanggung jawab yang seenaknya membuang sampah ke aliran sungai dan saluran irigasi.

Selain menyebabkan ekosistem rusak, air yang tercemar juga berpengaruh terhadap tanaman pertanian. Kurangnya supalai air bersih membuat tanaman kurang sehat, sehingga hasil panennya pun tidak maksimal.

Nah, sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sungai, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Banyu Lumut Desa Macan Putih, mengembangkan budi daya Ikan Tombro dan Nila dengan media keramba di saluran irigasi.

“Berawal dari keprihatinan ini, akhirnya kita berinisiatif budidaya ikan tawar dengan keramba di sepanjang aliran irigasi sawah,” kata Yusuf salah satu anggota Pokdakan, saat ditemui Media9.

Dengan adanya budidaya keramba ini, secara langsung maupun tidak langsung sungai yang mengaliri sawah menjadi bersih dan terjaga lingkungannya. “Secara otomatis, ketika ada keramba ikan kita akan membersihkan sampah agar pertumbuhan ikan baik,” ungkapnya.

Selain itu, petani akan lebih peduli dan melakukan tindakan ketika ada oknum tak bertanggung jawab yang mencari ikan dengan cara menyetrum atau memberi racun. “Kita berharap, dengan ini masyarakat akan sadar dan tidak membuang sampah di sungai, atau tak melakukan tindakan-tindakan merusak lingkungan,” imbuhnya.

Sejauh ini, sudah ada 36 kotak keramba yang digunakan Pokdakan Banyu Lumut untuk budi daya ikan tawar. “Alhamdulillah, hitung-hitung bisa untuk tambahan penghasilan selain dari pertanian. Ke depan akan semakin banyak keramba yang kita buat,” syukurnya.

Kepedulian Pokdakan Banyu Lumut akan kelestarian lingkungan mendapat apresiasi dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Beberapa waktu lalu, Dinas Perikanan Banyuwangi datang berkunjung untuk melihat langsung budi daya ikan kramba yang diinisiasi petani.

“Saat itu, Dinas Perikanan juga memberikan bantuan berupa Jaring sebanyak 2 rol untuk pemasangan keramba (rumah ikan) yang sudah terpasang di sepanjang aliran sungai,” tutupnya.

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here